BANDUNGMU.COM – Program Studi Teknologi Pangan (Prodi Tekpang) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) sukses melaksanakan akreditasi petamanya pada 7-8 Mei 2021.
Pelaksanaan akreditasi tersebut digelar secara daring dan luring yang dipusatkan di ruang Rektorat UMBandung.
Adapun asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguran tinggi (BAN-PT) yang menjadi tim penilai, yakni Dr. Ir. Gatot Priyanto dari Universitas Sriwijaya dan Dr. Ir. Makhmudun Ainuri, M.Si. dari Universitas Gadjah Mada.
Terkait kegiatan akreditasi, dosen Teknologi Pangan UMBandung, Saepul Adnan, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa pihaknya banyak menerima masukan positif dan penting dari para asesor.
Hal tersebut, menurut Adnan, menjadi masukan berharga dan poin penting yang harus dilakukan oleh Prodi Teknologi Pangan UMBandung.
”Persiapan yang dilakukan oleh prodi terkait akreditasi, mudah-mudahan menjadi langkah awal bagi kita, untuk Teknologi Pangan UMBandung lebih maju lagi ke depannya,” ucap Adnan.
Adnan mengatakan, setelah pelaksanaan akreditasi, ia beserta seluruh sumber daya manusia di Prodi Teknologi Pangan UMBandung akan meningkatkan kualitas capaian lulusan pembelajaran yang baik.
Tentu disesuaikan dengan tagline UMBandung, yaitu islamic technopreneur university.
Selain itu, pihaknya dan jajaran Prodi Teknologi Pangan UMBandung juga akan meningkatkan dan mewujudkan lulusan yang memiliki karakter islami.
”Kami juga mencita-citakan para pengusaha muda yang inovatif dan kreatif yang tentunya juga memperhatikan kriteria dari kehalalan pangan,” lanjutnya.
Sementara itu, Dekan Sains dan Teknolgi UMBandung Prof. Md. Dr. Ir. Syafruddin Masri, S.T., M.Eng., mengatakan bahwa pelaksanaan asemen atau akreditasi tersebut merupakan suatu hal yang penting.
Menurut Prof. Syafrudin, kegiatan tersebut bisa menjadi patokan suatu prodi dalam menjalankan program pendidikan yang sudah sesuai dengan visi dan misi universitas.
”Apakah Prodi Teknologi Pangan ini sudah sesuai dengan value yang ada dan sesuai dengan amanah Muhammadiyah pada kita untuk melaksanakan pendidikan,” ujar Prof. Syafrudin.
Prof. Syafrudin juga berharap banyak kepada Prodi Teknologi Pangan karena memiliki suatu ciri khas sendiri dalam mengusung technopreneur dan keislamiannya.
”Kita berharap ini akan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Bandung ke depan dan dipercayai oleh masyarakat Bandung,” pungkasnya. (Rep-FK).
