PWM Jawa Tengah Sukses Gelar Teatrikal dan Refleksi Milad ke-109 Muhammadiyah

oleh -

BANDUNGMU.COM – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sukses menggelar Teatrikal dan Refleksi Milad ke-109 Muhammadiyah pada Sabtu (20/11/2021) malam.

Acara dengan tema ”Berkhdimat Sampai Akhir Hayat” tersebut dihadiri oleh Wali Kota Solo, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Selain secara luring di gedung edutorium UMS, acara pun digelar melalui video conference dan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ketua Umum PWM Jawa Tengah Drs. KH. Tafsir, M.Ag. mengatakan bahwa acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan teatrikal dan marching band dengan membawa jingle Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48.

”Pagelaran teatrikal dan refleksi Milad ke-109 Muhammadiyah bisa terselenggara karena adanya support dari berbagai pihak. Salah satunya support dari wali kota yang memberikan izin untuk terselenggaranya acara ini,” ujar Tafsir.

Sesuai tema milad yang dipilih oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yakni “Optimis Mengahapi Covid-19: Menebar Nilai Utama”, Tafsir optimis dalam menyelenggarakan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2022 mendatang.

”Berkhidmat Sampai Akhir Khayat, tema yang diambil sebagai bentuk refleksi dan kontemplasi untuk mengenang para pemimpin, teman, saudara yang telah pergi terlebih dahulu pada saat covid-19 melanda,” lanjutnya.

Komitmen Muhammadiyah

Sementara itu Rektor UMS sekaligus Ketua Panitia Penerimaan Muktamar Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dihadiri oleh seribu peserta tersebut mengangkat tema yang memperlihatkan komitmen Muhammadiyah soal penanganan Covid-19.

”Tema tersebut menjadi peneguhan dan komitmen Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19,” ungkap Sofyan.

Tidak hanya itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa Muhammadiyah mempunyai andil yang besar dalam membantu pemerintah mengatasi Pandemi Covid-19.

”Tanpa hadirnya Muhammadiyah, pemerintah akan lebih lama dalam mengatasi pandemi ini. Sudah seyogianya kita meneruskan apa yang telah dimulai oleh Kiai Ahmad Dahlan,” jelas Ganjar.

Dalam sesi sambutannya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti berkesempatan memberikan refleksi atas Milad ke-109 Muhammadiyah .

Mu’ti menyampaikan bahwa milad kali ini merupakan momentum untuk melakukan muhasabah, mudzakarah, dan munadharah. Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, paling tidak terdapat delapan nilau utama yang bisa kita ambil sebagai ibrah.

Kesatu, nilai ketauhidan untuk kemanusiaan. Kedua, nilai pemuliaan manusia. Ketiga, nilai persaudaraan dan kebersamaan. Keempat, nilai kasih sayang. Kelima, nilai tengahan atau moderat.

Pertama, nilai ketauhidan untuk kemanusiaan. Kedua, nilai pemuliaan manusia. Ketiga, nilai persaudaraan dan kebersamaan. Keempat, nilai kasih sayang. Kelima, nilai tengahan atau moderat. Keenam, nilai kesungguhan berusaha.

”Ketujuh merupakan nilai keilmuan atau ilmiah dan kedelapan adalah nilai kemajuan,” tutur Mu’ti.

Bambang Sukoco selaku Ketua Panitia Milad mengatakan, “Dalam acara ini terdapat dua grup musik, yakni tradisional yang diwakili dengan kehadiran Serambi Bagelen, dan modern diwakili dengan Mini Orkestra. Dua penampilan ini kami maksudkan sebagai akulturasi budaya, antara modern dan tradisional.”

Dalam penampilannya, Serambi Bagelen mampu menampilkan perpaduan musik islami, kesenian jawa (baca: gamelan), dan musik modern.

Bagelen sendiri jika ditelisik lebih dalam merupakan nama suatu wilayah (baca: kecamatan) di Kabupaten Purworejo. Wilayah ini merupakan tempat yang sangat bersejarah bagi Kabupaten Purworejo, dan ada kaitannya dengan Nyai Bagelen.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *