News

Saat TV Analog Migrasi ke TV Digital, Irsal Ambia: Indonesia Telat Respons Perkembangan Teknologi

Koordinator Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Irsal Ambia (Foto PMB dan Promosi UM Bandung).

BANDUNGMU.COM—Pesatnya perkembangan teknologi membuat TV analog harus bermigrasi ke TV digital.

Selain lebih canggih dan mudah diakses, TV digital pun memiliki keunggulan yang tidak dimiliki TV analog.

Misalnya, TV berbasis digital tak bergantung pada pemancar. Kendati pemancarnya jauh, TV digital mampu menangkap sinyal.

Sebaliknya, semakin pemancarnya jauh, maka siaran TV analog kerap kali banyak gangguan yang membuat pemirsa tak nyaman.

Lalu, bagaimana Indonesia merespons perkembangan teknologi yang kian canggih, termasuk beralihnya TV analog ke TV digital?

Tak manfaatkan pertumbuhan teknologi

Koordinator Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Irsal Ambia menyatakan Indonesia kurang memanfaatkan dengan baik pertumbuhan teknologi.

“Indonesia salah satu negara paling telat merespons perkembangan teknologi,” ucap Irsal dalam seminar bertajuk Digitalisasi Penyiaran untuk Menumbuhkan Industri Kreatif Nasional.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung, Kamis (31/3/2022)

Padahal, sambung pria kelahiran Banda Aceh tersebut, Indonesia memiliki peluang besar dalam memajukan teknologi.

“Kita ini pasar yang paling potensial, terutama dalam kemajuan teknologi digital. Sayangnya, kita tidak memanfaatkan dengan baik,” terang anggota Ikatan Notaris Indonesia itu.

Menurut Irsal, saat ini setiap orang dapat berkontribusi dalam penyiaran TV digital. Itu semua tak lain karena kemudahan teknologi yang kian hebat.

“Dalam menghadapi dunia teknologi modalnya cuma satu, yakni kreativitas. Makin kreatif, makin ia mampu mengisi konten yang berpengaruh dan bermanfaat buat orang lain,” tutup Irsal. ***(Firman Katon/Cecep H)

 

Exit mobile version