BANDUNGMU.COM, Bandung – Dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS, Universitas Aisyiyah (Unisa) Bandung melalui tim dosen keperawatan meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “Genremu Say No to HIV”. Kegiatan ini berlangsung di SMA Muhammadiyah 5 Rancaekek, Bandung, pada Jumat (07/02/2025).
Program ini mendapat dukungan dari Hibah Risetmu, sebuah inisiatif pendanaan dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Muhammadiyah. Selain itu, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Aisyiyah Bandung untuk memperkuat dampak program di kalangan remaja.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen dan mahasiswa keperawatan Universitas Aisyiyah Bandung memberikan edukasi komprehensif kepada siswa mengenai faktor risiko penularan HIV serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Para peserta diajak untuk memahami bahaya HIV/AIDS serta pentingnya menjaga pola hidup sehat dan bertanggung jawab.
Angga Wilandika selaku ketua pelaksana program menyoroti meningkatnya angka kasus HIV di kalangan remaja di Jawa Barat yang semakin mengkhawatirkan. Ia menegaskan bahwa kelompok usia muda perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan.
“Saat ini, kelompok usia muda menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan HIV. Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran remaja agar mereka mampu menjadi agen perubahan dalam lingkungan masing-masing,” ungkap Angga seperti dikutip dari laman resmi Unisa Bandung pada Jumat (21/02/2025).
Selain Angga, program ini juga didukung oleh dosen lain, seperti Salami dan mahasiswa keperawatan Universitas Aisyiyah Bandung, yang berperan aktif dalam merancang strategi edukasi. Mereka memberikan pendampingan langsung kepada siswa untuk memastikan keberlanjutan program dan efektivitas penyampaian informasi.
Salah satu inovasi dalam program ini adalah pembentukan kelompok siswa “Genremu Say No to HIV” yang bertugas sebagai peer educator dalam menyebarluaskan informasi mengenai HIV/AIDS kepada teman sebaya. Dengan pendekatan ini, diharapkan pesan pencegahan HIV dapat menjangkau lebih luas dan diterima dengan lebih baik di kalangan remaja.
Angga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman nyata dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi berkontribusi dalam menekan angka penyebaran HIV di kalangan remaja,” ujarnya. Ia berharap, dengan strategi edukasi yang terstruktur, semakin banyak remaja yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya pencegahan HIV.***









