News

UNISA Bandung Gelar Pengabdian Internasional untuk Anak Migran Indonesia di Malaysia

×

UNISA Bandung Gelar Pengabdian Internasional untuk Anak Migran Indonesia di Malaysia

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Malaysia – Dosen Keperawatan Universitas Aisyiyah (UNISA) Bandung, Angga Wilandika, melaksanakan program International Community Service bertajuk “Be Clean, Be Healthy! Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak-anak” di Sanggar Bimbingan (SB) Kepong, Malaysia.

Kegiatan ini digelar untuk menjawab keterbatasan akses kesehatan anak-anak migran Indonesia sekaligus menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.

Angga menjelaskan, kondisi anak-anak migran Indonesia di Malaysia sudah lama menjadi sorotan internasional. Ia mengutip laporan UNICEF (2022) dan International Organization for Migration (2023) yang mencatat keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan, bahkan kerentanan terhadap marginalisasi sosial.

“Tempat tinggal yang padat, keterbatasan sumber daya keluarga, hingga status legalitas yang tidak stabil membuat anak-anak migran lebih rentan mengalami gizi buruk, penyakit infeksi, maupun masalah kesehatan mental,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada Senin (15/09/2025).

Baca Juga:  Tolak Kenaikan Harga BBM, Ribuan Kader IMM Jateng Turun ke Jalan

Kegiatan tersebut diikuti anak-anak berusia 6–10 tahun dari kelas 2–3 sekolah dasar. Mereka diperkenalkan pada pola hidup sehat melalui permainan edukatif, praktik enam langkah mencuci tangan, diskusi tentang makanan sehat, serta pembagian kipas PHBS yang berisi panduan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Anak-anak tampak sangat antusias. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mencoba praktik, bahkan berbagi pengalaman keseharian di rumah,” tutur Angga.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya edukasi kesehatan, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi anak-anak migran. “Ini ruang belajar yang menyenangkan. Anak-anak migran Indonesia harus mendapat bekal sejak dini agar tumbuh sehat, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” tambahnya.

Baca Juga:  Prodi Kriya Tekstil & Fashion UM Bandung Gelar Sidang TA, Ketua Prodi: Semoga Jadi Pusat Studi Kriya Tekstil Indonesia

Apresiasi juga datang dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISA Bandung, Aef Herosandiana. Ia menilai edukasi kesehatan sederhana bisa memberikan dampak besar bagi anak-anak migran.

“Kami bangga program ini menjadi kontribusi internasional UNISA Bandung. Semoga kesadaran tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat tertanam sejak dini, bermanfaat bagi individu sekaligus komunitas mereka,” ujarnya.

Lebih jauh, Aef menyebut program ini membuka peluang kerja sama berkelanjutan. PCIM/PCIA Malaysia dan pengelola Sanggar Bimbingan menyatakan dukungan untuk melanjutkan kegiatan serupa, termasuk pengembangan modul kesehatan anak serta riset kolaboratif antara UNISA Bandung dan komunitas migran di Malaysia.

Baca Juga:  Pindang, Kuliner Tradisional Indonesia Yang Merakyat

“Program ini sejalan dengan Asta Cita Indonesia Maju, khususnya agenda peningkatan kualitas SDM dan derajat kesehatan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam Catur Dharma sekaligus menegaskan komitmen UNISA Bandung menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak, memperluas jejaring global, dan mendukung visi sebagai perguruan tinggi berkelas dunia,” pungkasnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama UNISA Bandung dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah/Aisyiyah (PCIM/PCIA) Malaysia.***