BANDUNGMU.COM, Bandung — Untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, dosen Universitas Aisyiyah (Unisa) Bandung menggelar pelatihan bertajuk “Optimalisasi E-Personal Branding dan Penggunaan Media Sosial dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 Unisa Bandung pada Jumat, 25 April 2025, dan diikuti oleh pelaku usaha perempuan dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat.
Khoirun Nisa Bahri, dosen Prodi Perdagangan Internasional, menekankan pentingnya membangun personal branding yang kuat agar pelaku usaha mampu menciptakan hubungan emosional dengan konsumen.
“Konsumen kini membeli bukan hanya produk, tapi juga cerita dan nilai dari usaha itu sendiri,” ujarnya, mengutip hasil penelitiannya mengenai pengaruh personal branding terhadap keputusan pembelian di kalangan UMKM.
Ia menyebut, banyak potensi UMKM yang belum tergarap optimal karena lemahnya pemahaman terkait citra diri dan strategi digital. Pelatihan ini pun dirancang untuk membekali peserta dalam memanfaatkan media sosial secara efektif sebagai sarana pemasaran.
“Reputasi digital yang kuat, seperti testimoni positif dan konten bermakna, sangat memengaruhi kepercayaan dan keputusan pembelian konsumen,” tambahnya.
Sementara itu, Harry Atmami, dosen Prodi Desain Komunikasi Visual, menyoroti pentingnya estetika visual dalam membentuk citra usaha. Ia menjelaskan bahwa pemilihan warna, tipografi, dan konsistensi visual dapat meningkatkan daya tarik serta kredibilitas merek.
“Visual yang estetis menjadi pembeda utama dalam menarik perhatian audiens di media sosial,” tuturnya.
Harry mengajak peserta memahami elemen visual lewat praktik langsung, mulai dari studi kasus hingga simulasi konten. Ia juga menyarankan pembuatan template visual seragam dan peningkatan kualitas foto produk agar brand lebih profesional dan menarik.
Dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu membangun brand yang kuat dan kompetitif di pasar digital, serta meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen secara berkelanjutan.***
