PMB UMbandung
News

Dekan FAI UM Bandung: Hadapi Fenomena LGBT dengan Ilmu, Hikmah, dan Penguatan Keluarga

×

Dekan FAI UM Bandung: Hadapi Fenomena LGBT dengan Ilmu, Hikmah, dan Penguatan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Dekan FAI UM Bandung: Hadapi Fenomena LGBT dengan Ilmu, Hikmah, dan Penguatan Keluarga (Sumber: Humas UM Bandung).***
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menjadi salah satu tantangan sosial yang perlu disikapi secara bijak oleh umat Islam.

Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat tidak hanya dituntut memahami ajaran agama, tetapi mampu membangun ketahanan keluarga agar generasi muda tetap tumbuh sesuai fitrahnya.

Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Cecep Taufikurrohman MA PhD saat mengisi Kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Kamis lalu.

Dalam kajiannya, Buya Cecep—sapaan akrabnya—mengajak umat Islam Indonesia untuk menghadapi fenomena LGBT melalui pendekatan edukatif, dakwah yang penuh hikmah, dan penguatan pendidikan agama sejak dini.

Buya Cecep menegaskan, Islam telah memberikan pedoman yang jelas mengenai fitrah manusia.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Kenapa Manusia Penasaran dengan Hari Kiamat

Menurutnya, hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan merupakan jalan yang dibenarkan syariat Islam.

”Oleh karena itu, menjaga fitrah menjadi bagian penting dari upaya kita membangun keluarga yang sakinah sekaligus melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia,” ujar dekan lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini.

Ia menjelaskan, fenomena LGBT tidak boleh dipandang sebagai persoalan individu semata. Namun, menjadi tantangan sosial yang memerlukan perhatian bersama.

Oleh sebab itu, keluarga, sekolah, kampus, masjid, hingga lingkungan masyarakat harus saling bersinergi dalam memperkuat pendidikan agama, karakter, dan nilai-nilai moral agar generasi muda memiliki benteng yang kokoh menghadapi berbagai pengaruh negatif.

Baca Juga:  Khutbah Ketua PWM DIY: Ajak Pemimpin Negeri Tegakkan Kebenaran dan Ciptakan Kemajuan

Menurut Buya Cecep, perkembangan media sosial dan teknologi digital menghadirkan tantangan baru.

Berbagai informasi dapat diakses tanpa batas sehingga literasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat perlu aktif mendampingi anak-anak agar mampu memilah informasi sekaligus memahami nilai-nilai Islam secara benar.

“Ketahanan keluarga harus dimulai dari rumah. Pendidikan agama, komunikasi yang hangat, perhatian terhadap pergaulan anak, dan pendampingan dalam menggunakan media digital menjadi langkah penting untuk menjaga fitrah generasi,” imbuhnya.

Meski demikian, Buya Cecep mengingatkan, menyikapi fenomena LGBT tidak boleh dilakukan dengan kebencian ataupun tindakan yang merendahkan martabat manusia.

Islam mengajarkan dakwah bil hikmah, yakni menyampaikan kebenaran dengan kebijaksanaan, kasih sayang, dialog, dan pembinaan agar setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Baca Juga:  Pimpinan Muhammadiyah Itu Rata-Rata Miskin, Yang Kaya Organisasinya

Menurutnya, dakwah yang mengedepankan hikmah justru akan lebih efektif dibandingkan dengan sikap yang menghakimi.

Sebab, tujuan dakwah Islam bukan untuk mencela seseorang, melainkan mengajak manusia kembali kepada ajaran Allah SWT dengan cara yang baik dan penuh keteladanan.

Melalui ini, Buya Cecep berharap umat Islam semakin memahami pentingnya menjaga fitrah, memperkuat ketahanan keluarga, dan meningkatkan literasi digital di tengah perkembangan zaman.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang religius, edukatif, dan saling menguatkan demi menjaga masa depan generasi bangsa.***(FA)

PMB UMBandung