PMB UMbandung
Islampedia

Dosen UM Bandung Ungkap 5 Pilar Islam untuk Menjaga Kemanusiaan di Era Disrupsi

×

Dosen UM Bandung Ungkap 5 Pilar Islam untuk Menjaga Kemanusiaan di Era Disrupsi

Sebarkan artikel ini
Hendar Riyadi (Sumber: Humas UM Bandung).***
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan Revolusi Industri 5.0, manusia perlu tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Dosen Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Bandung Hendar Riyadi menyebut Islam memiliki lima pilar penting sebagai fondasi kehidupan, yaitu ketuhanan, pemuliaan manusia, perdamaian, keadilan, dan ihsan.

Pilar pertama adalah ketuhanan. Menurut Hendar, hubungan dengan Allah menjadi dasar agar manusia tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.

“Ketika manusia melupakan Allah, ia juga bisa melupakan potensi-potensi kebaikan dalam dirinya,” ujarnya, seperti dikutip dari channel Lakara Studio, Selasa (08/09/2026).

Baca Juga:  Muhammadiyah Pelopor Pendirian Pesantren yang Memadukan Ilmu Agama dan Ilmu Umum

Pilar kedua adalah pemuliaan manusia atau takrimul insan. Allah memberikan manusia akal, ilmu, bahasa, dan kemampuan mengembangkan teknologi.

Oleh karena itu, teknologi seharusnya digunakan untuk meningkatkan martabat manusia, bukan menghancurkan kehidupan.

“Kemajuan teknologi semestinya tidak boleh merendahkan martabat manusia, tetapi justru harus semakin memuliakannya,” tegas Hendar.

Pilar ketiga adalah perdamaian dan perbaikan atau al-islah wa as-silmi. Islam mendorong manusia untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara damai sekaligus memperbaiki hubungan yang rusak.

Baca Juga:  Panduan Rasulullah Dalam Memilih Pasangan: Utamakan Agama, Bukan Harta Atau Kecantikan

Pilar keempat adalah keadilan atau al-‘adalah. Hendar menilai keadilan merupakan salah satu inti ajaran Islam yang harus hadir dalam kehidupan keluarga, masyarakat, negara, hingga hubungan antarbangsa.

“Keadilan adalah jantung agama dan menjadi penjamin keseimbangan dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Pilar kelima adalah ihsan, yakni berbuat baik dengan penuh ketulusan, bahkan ketika mendapatkan perlakuan buruk. Ihsan mengajarkan manusia untuk bersabar, memaafkan, dan tetap menghadirkan kasih sayang.

Menurut Hendar, kelima pilar tersebut tidak boleh berhenti sebagai wacana. “Kelima pilar ini jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” pesannya.

Baca Juga:  Penjelasan Lengkap Soal Paham Keagamaan Muhammadiyah

Pada akhirnya, kemajuan zaman bukan hanya tentang teknologi yang semakin canggih. Namun, juga tentang manusia yang semakin beradab.

Ketuhanan, pemuliaan manusia, perdamaian, keadilan, dan ihsan menjadi bekal penting agar teknologi membawa kemaslahatan, bukan justru menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan.***(FA)

PMB UMBandung