PMB UMbandung
Islampedia

Bersyukur Bisa Kembali Bertemu Ramadhan

×

Bersyukur Bisa Kembali Bertemu Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: istockphoto.
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM — Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan bulan Ramadhan 1443 H merupakan momentum bagi segenap umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Selain itu, bulan suci ini jadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan solidaritas bangsa, menahan diri dari berbagai bentuk keburukan, dan hal-hal yang dapat merusak harmoni sosial.

Pria yang akrab disapa Cak Nanto ini juga mengajak kaum muslimin agar mengucap rasa syukur telah diberikan kesempatan berjumpa kembali dengan bulan penuh ampunan ini.

Baca Juga:  Muhammadiyah Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Omicron

Pasalnya, tidak semua orang bisa beribadah di bulan Ramadhan. Apalagi banyak keutamaan dan hikmah, baik rohani maupun jasmani, yang didapatkan selama satu bulan penuh.

“Tidak semua orang bisa sampai pada bulan suci Ramadhan 1443 H sehingga kita patut bersyukur dan memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya,” jelas Cak Nanto seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Sabtu (02/04/2022).

Hakikat takwa

Sejalan dengan Cak Nanto, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa tujuan utama disyariatkan ibadah pada bulan Ramadan adalah untuk meningkatkan ketakwaan orang-orang yang beriman (QS Al-Baqarah: 183).

Baca Juga:  Adab Bersengketa Dalam Islam

Kata “tattaqun” dalam penggalan QS Al Baqarah ayat 183 cenderung dipahami sebagai hadiah yang akan didapatkan oleh orang yang telah berpuasa.

Seringkali “takwa” diposisikan sebagai pangkat, gelar, dan identitas yang melekat pada diri orang yang berpuasa.

Padahal ungkapan “tattaqun” merupakan bentuk fiil mudlari yang berarti proses berkelanjutan dari perilaku takwa.

Oleh karena itu, bila selepas Ramadhan perbuatan takwa tidak dilanjutkan, maka “la’allakum tattaqun” tidak akan didapat.

Selain itu, Haedar juga menyampaikan agar warga Muhammadiyah melaksanakan setiap butir pedoman berpuasa di tengah pandemi Covid-19 yang baru-baru ini telah dikeluarkan PP Muhammadiyah.

Baca Juga:  Inilah 8 Pilar Indonesia Berkemajuan

Meskipun tren kasus positif  Covid-19 terus melandai, bukan berarti umat Islam abai dengan segenap protokol kesehatan.

“Walau saat ini pandemi Covid-19 telah melandai, tetapi kita tidak boleh melonggarkan protokol kesehatan. Melalui Majelis Tarjih dan MCCC telah terbit panduan berpuasa di tengah pandemi,” jelas Haedar Nashir.***

PMB UMBandung