BANDUNGMU.COM, Bandung — Mengenai menjawab salam dari non muslim, dalam buku “Tanya Jawab Agama” jilid 1, Majelis Tarjih memilih pendapat bahwa menjawabnya hanya dengan kalimat wa ‘alaikum atau ‘alaikum.
Hal ini didasari oleh dua hadis:
Dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila ahli kitab mengucapkan salam padamu sekalin, maka ucapkanlah wa alaikum.
Dari Aisyah bahwa ia berkata sekelompok orang Yahudi meminta izin kepada Rasulullah, mereka berkata, “As-Samu ‘alaikum (semoga engkau mati)”. Aisyah mengatakan, “Bahkan kematian dan laknat untuk kalian.” Rasulullah berkata kepada Aisyah, “Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai keramahan dan kelemahlembutan dalam segala hal.” Aisyah merespon, “Apakah engkau tidak dengar apa yang mereka katakan wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “iya dan telah aku jawab wa alaikum.”
Berdasarkan dua dalil di atas, tim Fatwa Majelis Tarjih menyimpulkan jawaban dengan ‘alaikum atau wa ‘alaikum adalah jawaban paling adil dan bijak yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Pasalnya makna “keselamatan” dalam ucapan tersebut bergantung kepada maksud dari si pengucap pertama. Jika diucapkan dengan maksud yang baik, maka balasannya pun baik. Namun, jika si pengucap pertama bermaksud buruk dengan salamnya, maka keburukan itu pun juga kembali pada dirinya.***
___
Sumber: muhammadiyah.or.id
Editor: FA













