News

UM Bandung dan SiberMu Gelar Pelatihan LMS Bagi Para Dosen

×

UM Bandung dan SiberMu Gelar Pelatihan LMS Bagi Para Dosen

Sebarkan artikel ini
UM Bandung bersama Universitas Sibermu adakan pembukaan pelatihan Learning Management System (LMS) pada Rabu (22/2/2023).

BANDUNGMU.COM, Bandung — Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) bersama Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) menggelar pembukaan pelatihan Learning Management System (LMS) virtual dari Rabu-Kamis (22-23/02/2023).

Turut hadir dalam acara Rektor Universitas Sibermu, Wakil Rektor II UM Bandung, dan para dosen UM Bandung. Wakil Rektor II UM Bandung Ahmad Diponegoro sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini.

Ia mengatakan, kegiatan pelatihan LMS merupakan hasil kerja sama sebelumnya antara UM Bandung dan SiberMu. ”Kegiatan ini menjadi suatu hal yang tepat dan perlu bagi kita dalam menguasai teknologi pembelajaran saat ini,” ucap Ahmad Diponegoro.

Baca Juga:  Tokoh Muda Muhammadiyah Jawa Barat Siap Dukung dan Menangkan Anies-Muhaimin di Pilpres 2024

Ahmad Diponegoro berharap agar pada dosen dapat memanfaatkan informasi hasil dari pelatihan yang berlangsung dua hari ini. ”Setelah selesai pelatihan ini, kita dapat melanjutkan praktek yang sesungguhnya di UM Bandung,” terangnya.

LMS

Rektor SiberMu Bambang Riyanta hadir sebagai narasumber dalam pelatihan ini. Ia menjelaskan, perkembangan teknologi saat ini sangat memudahkan setiap aktivitas khususnya pada bidang pendidikan.

Bambang menjelaskan, LMS menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. ”Jadi, LMS menjadi basis pengembangan sistem perkuliahan secara digital atau yang kita kenal sebagai pembelajaran jarak jauh,” ungkap Bambang.

Baca Juga:  Tiga Mahasiswa Teknologi Pangan UM Bandung Raih Juara Tiga Nasional Lomba Esai

Penggunaan LMS pada perkuliahan tutur Bambang memiliki dampak terhadap pengelolaan ekosistem pembelajaran. ”Penerapan LMS menjadi sebuah perubahan fundamental yang mengharuskan pihak universitas untuk berpikir kembali mengenai proses pembelajaran di kampus,” tegasnya.

Para dosen menurut Bambang harus menjadikan sistem tersebut sebagai pengetahuan dasar dalam mengembangkan suatu pembelajaran. ”LMS juga menjadi peluang bagi setiap dosen untuk menerapkan proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa,” ucap Bambang.

Bambang berharap agar kampus dapat menguji coba hasil pelatihan pada pembelajaran semester genap. ”Jadi, tidak hanya pelatihan kemudian selesai, tidak ada bekasnya, tetapi (sistem ini) bisa kita uji coba agar mendapatkan manfaat bagi para dosen,” tandasnya.***(FK)