Ekbis

Muhammadiyah Punya Tanggung Jawab Stabilkan Ekonomi

×

Muhammadiyah Punya Tanggung Jawab Stabilkan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas (Sumber: mui.or.id)

BANDUNGMU.COM, Bandung — Ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia begitu curam sehingga khawatir menjadi pemicu ketidakseimbangan atau keguncangan dalam berbangsa dan bernegara.

Muhammadiyah melalui Muktamar ke-47 di Makassar mendorong ekonomi berkeadilan melalui putusannya yang menjadikan ekonomi sebagai pilar ketiga gerakan dakwah Muhammadiyah.

Oleh karena itu, menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas, sirkulasi ekonomi perlu diperlancar dan diseimbangkan. Jangan sampai ekonomi dan bisnis yang berputar-putar di lingkaran elite saja. Dirinya khawatir jika ketimpangan ini terus berlanjut akan menimbulkan keguncangan.

Menggambarkan kondisi kelas ekonomi bangsa Indonesia dengan bentuk piramida terbalik, Abbas mengatakan bahwa umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia menempati kelas ekonomi di bawah.

Baca Juga:  Wow! Ibu Negara Borong Produk Fesyen dan Kriya UMKM Kota Bandung

Jumlah umat yang banyak saling memperebutkan kapital ekonomi yang sedikit. Berbeda dengan kelompok kelas atas. Mereka jumlahnya sedikit, tetapi memiliki kapital ekonomi dan bisnis yang melimpah.

“Terus terang saja secara kuantitatif kita mayoritas. Namun, secara ekonomi kita minoritas. Bila kita dilihat pandangan masyarakat kita seperti piramida, kelas atas, menengah, bawah, dan umat kita mengisi bagian bawah,” tutur Abbas di acara Silaturahmi Majelis Pemberdayaan Masyarakat periode 2022-2027 secara daring.

Menurutnya, ekonomi harus berkeadilan. Mengutip QS Al-Hasyr ayat 7, Abbas menegaskan bahwa tidak boleh memutar harta di kalangan elite atau orang kaya saja.

Baca Juga:  Green Business Bukan Tren, Tapi Kebutuhan UMK

Muhammadiyah sebagai gerakan moral dan etik, memiliki tanggung jawab untuk menstabilkan ekonomi dengan landasan perintah QS Al-Hasyr ayat 7. Lebih-lebih Muhammadiyah juga memiliki semangat QS Al-Ma’un yang diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan untuk membela kelompok miskin, duafa, dan mustadh’afin.

Pemerhati Ekonomi Islam ini berharap dengan ekonomi yang berkeadilan akan menciptakan kebersamaan dan menjaga stabilitas dalam berbangsa dan bernegara.

Maka dari itu, kata Abbas, kerja-kerja menciptakan keberdayaan ekonomi umat yang dilakukan oleh Muhammadiyah merupakan gerakan luhur dan mulia sebab akan memperkuat kebersamaan umat, bangsa, dan negara.

Baca Juga:  Top! GIS FEB UM Bandung Selenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah

“Oleh karena itu, bagi saya, pekerjaan yang kita kerjakan ini sangat luhur dan mulia karena jika dikerjakan dengan baik akan merajut persatuan dan kesatuan di negara kita,” imbuhnya.

Selain itu, komitmen Muhammadiyah dalam menciptakan ekonomi berkeadilan juga ditopang oleh Putusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar. Yakni ekonomi menjadi pilar ketiga yang akan dimanifestasikan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah yang selama ini lebih dikenal dakwah di bidang Pendidikan dan Kesehatan.***