PMB UMbandung
News

Pesantren MGS Yogyakarta Cetak Hafidz yang Ramah Lingkungan dan Berwawasan Global

×

Pesantren MGS Yogyakarta Cetak Hafidz yang Ramah Lingkungan dan Berwawasan Global

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Sleman — Dalam semangat menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta menyelenggarakan acara bertajuk “Pendidikan Islam Masa Depan: Manusiawi, Holistik, dan Harmonis dengan Alam”.

Agenda ini dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama putra yang mengusung arsitektur tradisional limasan dan joglo.

Gedung baru ini menjadi simbol komitmen MGS sebagai pesantren pelopor pendidikan berbasis lingkungan sekaligus penjaga nilai-nilai lokal.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Wakil Ketua PWM DIY Nur Ahmad Ghazali, Staf Ahli Bupati Sleman Anton Sujarwo, dan sejumlah tokoh Muhammadiyah dari PCM Gamping dan AUM se-Gamping.

Baca Juga:  Ahmad Dahlan Resmi Buka Musywil XIV Nasyiatul Aisyiyah Jawa Barat

Dalam tausiyahnya, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menegaskan pentingnya menjadikan pesantren Muhammadiyah sebagai pusat keunggulan.

“Mengutip pesan Pak AR, dr Agus Taufiqurrahman menyebut tiga karakter keunggulan yang harus dimiliki lulusan pendidikan yaitu unggul moral-spiritual, unggul intelektual, unggul dalam peran sosial,” ucapnya.

Ketua PCM Gamping, Muhaimin, menambahkan bahwa MGS hadir sebagai institusi pendidikan yang serius mencetak kader berprestasi. “Beasiswa ini merupakan ikhtiar melahirkan kader unggulan akademik dan non-akademik berakhlak mulia,” tegasnya.

Pesantren MGS sendiri mengusung empat pilar pendidikan unggulan yaitu karakter Al-Qur’an, pengembangan diri berbasis multiple intelligences, wawasan lingkungan, dan penguasaan teknologi informasi.

Baca Juga:  UM Bandung Jadi Destinasi Edukasi Siswa SMA Muhammadiyah Wanasari

Muhaimin menyebutkan bahwa pada tahun ajaran 2025/2026, MGS mulai menerima santri putra setelah sebelumnya hanya menerima santri putri dari berbagai daerah, termasuk dari Bengkulu.

Pemerintah Kabupaten Sleman turut memberikan dukungan atas inisiatif MGS ini. “Kami sangat mengapresiasi bahwa gerakan-gerakan Muhammadiyah akan tetap sejalan dengan dinamika zaman dan akan berkontribusi kepada bangsa, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Sleman,” ujar Anton Sujarwo yang juga menyampaikan pesan Tahun Baru Hijriah dari Bupati Sleman kepada masyarakat Gamping.

Direktur MGS Ghoffar Ismail menjelaskan bahwa pembangunan gedung asrama putra menggunakan material ramah lingkungan seperti kayu dan desain atap limasan untuk sirkulasi udara alami.

Baca Juga:  Tahun Ajaran Baru, SMP ABS Bandung Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

“Arsitektur ini merefleksikan semangat green pesantren tempat manusia berdialog dengan alam, bukan menaklukkannya,” jelasnya.

Pembangunan tahap awal membutuhkan dana Rp 500 juta dan ke depan, MGS masih memerlukan sekitar Rp 5 miliar untuk pembangunan sekolah serta asrama putri empat lantai.

Donasi dapat disalurkan melalui Lazismu MGS Yogyakarta di rekening BCA Syariah 0468888961. Pesantren ini berkomitmen mencetak hafidz-hafidzah yang tidak hanya unggul dalam agama, tetapi juga peduli pada lingkungan dan masa depan bumi.***

PMB UMBandung