Islampedia

Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

×

Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

Sebarkan artikel ini
Sumber: Picsart

BANDUNGMU.COM, Bandung — Ankle pants dan isbal kini menjadi topik menarik di kalangan anak muda muslim. Celana dengan potongan di atas mata kaki ini tidak hanya populer karena gaya modern, tetapi juga memicu diskusi keagamaan.

Tren Ankle Pants di Kalangan Anak Muda

Di sejumlah pusat perbelanjaan Bandung, toko pakaian aktif memajang ankle pants sebagai produk unggulan. Anak muda memilih celana ini karena praktis dan mudah dipadukan. Mereka juga merasa nyaman memakainya untuk aktivitas kasual hingga semi-formal.

Modelnya pun beragam. Ada potongan slim, bahan katun ringan, hingga versi cropped. Karena itu, ankle pants cepat diterima sebagai bagian dari gaya harian.

Baca Juga:  Penjelasan Muhammadiyah Soal Celana Cingkrang dan Isbal

Ankle Pants dan Isbal dalam Perspektif Islam

Popularitas ankle pants mendorong diskusi tentang isbal. Beberapa hadis menjelaskan larangan memanjangkan pakaian hingga melewati mata kaki, terutama bila disertai kesombongan. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim sering menjadi rujukan utama dalam pembahasan ini.

  • Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apa saja yang berada di bawah mata kaki dari kain (pakaian) maka tempatnya di neraka.”
(HR. Bukhari no. 5787)

  • Dalam hadits lain:

“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat: orang yang berbuat isbal (memanjangkan kain di bawah mata kaki) karena sombong, orang yang mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang menjual dagangan dengan sumpah palsu.”
(HR. Muslim no. 106)

Baca Juga:  Hukum Suami Jatuhkan Talak Kepada Istri Dalam Keadaan Emosi

Sejumlah ulama menganjurkan pria muslim mengenakan pakaian di atas mata kaki sebagai bentuk kesederhanaan. Penjelasan tentang isbal juga bisa ditemukan di laman keislaman seperti rumaysho.com dan muslim.or.id.

Antara Tren dan Nilai Religius

Sebagian muslim muda menilai ankle pants selaras dengan ajaran Nabi. Mereka merasa bisa tampil modern tanpa meninggalkan nilai agama. Di forum daring dan media sosial, banyak pengguna mengaku terbantu dengan tren ini.

Namun, ada pula yang memandang ankle pants sebagai tren fesyen biasa. Menurut kelompok ini, niat dan sikap tetap menjadi faktor utama dalam menjalankan ajaran agama.

Baca Juga:  Asal-usul Nama "Hamka"

Fesyen sebagai Ruang Dialog

Perbincangan tentang ankle pants dan isbal menunjukkan meningkatnya kesadaran anak muda terhadap gaya hidup islami. Fesyen kini tidak hanya soal penampilan, tetapi juga sarana refleksi nilai.

Jika tren ini terus berkembang, ankle pants berpotensi menjadi simbol bagaimana fesyen modern dan ajaran Islam dapat berjalan beriringan. ***(IK22/Ferta)