BANDUNGMU.COM, Bandung — Konsep adab sebelum ilmu kembali menjadi sorotan setelah Ustadz Adi Hidayat (UAH) membahasnya dalam kajian terbaru di kanal YouTube resminya. Warganet ramai membagikan pesan tersebut karena mereka menilai isinya relevan dengan kondisi generasi muda yang hidup di tengah arus teknologi digital.
Dalam kajian itu, UAH menegaskan bahwa adab merupakan fondasi utama dalam proses menuntut ilmu. Menurutnya, kecerdasan dan penguasaan pengetahuan tidak akan memberi manfaat jika tidak disertai adab yang baik.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa adab mencakup sikap hati, cara belajar, serta penghormatan terhadap ilmu dan guru. Ia menilai banyak orang saat ini mudah mengakses ilmu, tetapi sering mengabaikan etika dalam mencarinya.
“Ilmu tidak akan masuk ke hati yang tidak beradab. Jika adab hilang, keberkahan ilmu juga ikut hilang,” ujar UAH dalam kajiannya.
Tantangan Menuntut Ilmu di Era Digital
Perkembangan teknologi membuat siapa pun bisa belajar dari berbagai sumber dalam waktu singkat. Namun, UAH mengingatkan bahwa kemudahan ini juga menghadirkan tantangan serius, seperti sikap meremehkan guru dan merasa paling benar.
Fenomena tersebut sering terlihat di media sosial, ketika potongan ceramah disebarkan tanpa konteks. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Karena itu, UAH mendorong umat Islam untuk tetap menjaga adab meski belajar melalui platform digital.
Teknologi sebagai Sarana Kebaikan
UAH menekankan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperluas manfaat ilmu. Ia mengajak generasi muda memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan pembelajaran yang sehat.
“Perbaiki adabnya lebih dulu. Jika adab baik, Allah akan membukakan pintu ilmu seluas-luasnya,” tutupnya.
Pesan tentang adab sebelum ilmu ini sejalan dengan nilai pendidikan Islam yang juga dibahas dalam artikel di kanal YouTube tersebut. Selain itu, warganet dapat menyaksikan kajian lengkap Ustadz Adi Hidayat melalui kanal YouTube resminya. ***(IK22/Resna)






