Islampedia

Muhammadiyah di Mesir, Hidanul Achwan: Tapak Suci Banyak Peminatnya

×

Muhammadiyah di Mesir, Hidanul Achwan: Tapak Suci Banyak Peminatnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mesir (pixabay.com)

BANDUNGMU.COM — Jika Arab menjadi kiblat ibadah untuk umat Muslim, maka Mesir menjadi kiblatnya ilmu untuk para pelajar dari berbagai penjuru dunia.

Salah satu kampus untuk mendalami studi Islam adalah Al Azhar, Mesir. Ribuan mahasiswa Indonesia belajar di sana.

Begitulah pembahasan pada kegiatan “Dialog Ramadhan: Islam dan Muhammadiyah di 5 Benua” virtual yang digelar LPPAIK UM Bandung Sabtu (30/04/2022).

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah Mesir, Hidanul Achwan, mengatakan Al-Azhar berdiri pada masa Dinasti Fatimiyah.

Baca Juga:  Dadang Kahmad: Konsepsi Gerakan Muhammadiyah Itu Islam Berkemajuan

Waktu itu tahun 359 H yang saat itu terkenal dengan ajaran Syiahnya.

Al Azhar dan Muhammadiyah

Pada saat Dinasti Ayyubiyah menaklukkan Dinasti Fatimiyah, pengajaran yang di lakukan di Al-Azhar sempat berhenti selama 100 tahun.

”Tujuannya  untuk mensterilkan atau mengosongkan Al-Azhar supaya paham-paham Syiah tidak menyebar,” ucap Achwan.

Pada mulanya Al-Azhar memulai proses belajar dan mengajarnya dengan sistem klasik non-formal. Tempatnya di masjid.

”Ketika ada tuntutan pembaruan pembelajaran dengan sistem pengadaan ijazah, barulah Al-Azhar menggunakan sistem formal, yaitu pemberian gelar kepada para lulusannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Buya Cecep Dorong Mahasiswa UM Bandung Ukir Takdir dengan Usaha Keras

Selain itu, Al-Azhar pun berperan untuk dunia, seperti melakukan konferensi dan Muktamar Internasional yang membahas isu global yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

”Hal itu juga menjadi fokus PCIM Mesir yang menerjemahkan pemikiran Al-Azhar dan disebarkan kepada warga Muhammadiyah yang memiliki pemikiran yang sama,” kata Achwan.

Diaspora Kader Muhammadiyah di Mesir

Berbicara Muhammadiyah, PCIM Mesir menjadi PCIM yang tertua dan memiliki banyak kader.

Achwan mengatakan banyak orang Mesir yang tertarik dengan Tapak Suci, bahkan di antara mereka ada yang mengikuti pertandingan turnamen internasional.

Baca Juga:  Menyambut Ramadhan, Menjemput Puncak Kebahagiaan

”Kita hadir di Mesir bukan saja mengenalkan Muhammadiyah sebagai organisasi, melainkan mempromosikan organisasi yang memiliki kebudayaan seperti Tapak Suci,” ungkap Achwan.

Tak hanya itu, PCIM Mesir juga banyak menjalin kerjasama di bidang keagamaan dengan berbagai universitas.

”Al-Azhar menjadi salah satu potensi besar untuk menjalin kerja sama dengan berbagai PTM ataupun sekolah yang ada di Indonesia,” imbaunya.***(Firman Katon)