BANDUNGMU.COM, Bandung — Beberapa waktu lalu atau pada 11-13 Maret 2023, para atlet sepatu roda Jawa Barat berhasil memenangi beberapa medali dalam ajang ASEAN Inline Freestyle Championship (AIFC) yang berlangsung di Singapura.
Tentu saja keberhasilan anak-anak muda Bumi Pasundan tersebut tak lepas dari sosok, yang selama ini menjadi pendamping, baik selama menjalani latihan sebelum keberangkatan maupun selama menemani para atlet di Negeri Singa.
Nah, untuk mengetahui lebih jauh mengenai pertandingan sepatu roda tingkat ASEAN itu, lalu apa harapannya ke depan, terutama mengenai olaraga pada cabang ini, redaksi bandung.com mewawancarai Ketua Klub Bandung Timur Inline Skaters (BTIS) Aloysius Dhani Germian Cahyo Gumadi via Whatsapp, Selasa (21/03/2023).
O, iya! Pada kejuaraan AIFC itu, 3 anak asuhnya dari BTIS, yakni Rasya Nayra Rajwadhani (12), Salwa Khairunnisa Rajwadhani (18), Adhwa Mahendra (17) berhasil memboyong medali, baik emas maupun perunggu.
Berikut bincang-bincangnya:
Bagaimana suka-duka selama mendampingi para atlet sepatu roda ikut lomba di Singapura?
Bangga dengan para atlet yang terpilih bisa mewakili Indonesia sekaligus degdegan karena lawannya luar biasa persiapan mereka sangat matang.
Motivasi apa yang diberikan kepada para atlet sepatu roda, sehingga mereka optimis dalam bertanding menghadapi lawan dari berbagai negara?
Saya memotivasi para atlet supaya bisa bermain maksimal, percaya diri, dan yakin bisa tampil sebaik mungkin dengan segala kemampuan yang mereka miliki. Dan harus percaya bahwa kita bisa menampilkan yang terbaik untuk negara kita.
Berapa lama para atlet latihan untuk mempersiapkan kompetisi di singapura?
Kurang lebih 2 bulan.
Berapa total atlet Indonesia yang dikirimkan ke singapura?
Total atlet dari Indonesia 19 atlet.
Dari Jawa Barat berapa?
Dari Jawa Barat 5 atlet.
Adakah hal-hal lucu/menggemaskan yang diperlihatkan para atlet selama latihan atau selama mendampingi ke Singapura sampai pulang lagi ke Indonesia?
Karena perlombaannya dari pagi sampai malam, jadi mereka kelelahan dan sulit untuk bangun pagi. Jadi saya harus cerewet untuk membangunkan mereka. Beberapa atlet, saat menuju lokasi pertandingan akhirnya melanjutkan tidur lagi di MRT.
Alhamdulillah pendamping maupun atlet dari berbagai daerah semuanya kompak. Rasa nasionalismenya di sana lebih terasa, karena kita bersaing dengan negara lain dan harus menampilkan yang terbaik.
Selain mendapat medali, hadiah apa yang diberikan oleh pemerintah, terutama kepada mereka yang juara?
Sampai saat ini belum ada.
Kompetisi/perlombaan apalagi yang akan dihadapi oleh atlet-atlet sepatu roda dari Jawa Barat dalam waktu dekat?
Pada 29-30 April 2023 akan dilaksanakan seleksi BK PON untuk tim Jawa Barat. BK Pon itu sendiri rencananya akan digelar di September 2023
Tantangan bagi atlet/pengurus dan orang-orang yang terlibat dalam sepatu roda selama di Singapura seperti apa?
Kesiapan mental dan fisik harus lebih dimatangkan kembali. Lalu lebih sering dan banyak mengikuti kejuaraan-kejuaraan. Para pelatih sepatu roda di Indonesia, khususnya di Bandung harus meningkatkan skill atlet dan siap menghadapi kompetisi-kompetisi yang akan datang.
Minimal mereka harus bisa mengejar standar Asia dan Internasional. Selain itu, kesiapan sarana dan prasana untuk atlet sepatu roda sangat perlu dan penting. Contohnya, kaos team karena awal kekompakan akan terlihat dari kostum yang dikenakan oleh para Atlet.
Saran apa yang ingin Anda sampaikan untuk para pemangku kebijakan dalam hal ini pengurus besar olahraga sepatu roda dan pemerintah?
Kami benar-benar membutuhkan tempat latihan yang memadai untuk latihan agar para atlet lebih fokus dan maksimal dalam pelatihannya, terutama untuk atlet Bandung yang tempat latihannya sangat jauh dari standard.
Para atlet berprestasi perlu dukungan dan apresiasi agar mereka lebih terpacu lagi untuk dapat mempertahankan gelarnya, bahkan harus bisa lebih baik lagi dari hari ini. Hal itu tentunya juga akan menjadi motivasi bagi para atlet-atlet lain yang saat ini sedang melakukan pelatihan.
Dan yang penting adalah dukungan dari pemerintah untuk team/atlet yang lolos dapat mewakili negara, karena baik buruknya yang berkompetisi di sana mewakili nama Indonesia negara kebanggaan kita.
Rencana ke depan, apakah akan mengikuti lagi kejuaraan-kejuaraan serupa di luar negeri?
Tentu, karena atlet-atlet yang mengikuti perlombaan akan semakin tertantang untuk mengikuti perlombaan selanjutnya.
Apa yang ingin dicapai dalam olahraga sepatu roda ke depan?
Selain mencetak atle-atlet yang berprestasi, olah raga sepatu roda freestyle ini dapat lebih dikenal dan semakin diminati oleh banyak orang. ***
Profil Ketua Klub Bandung Timur Inline Skates (BTIS)
Nama Lengkap: Aloysius Dhani Germian Cahyo Gumadi
Nama Panggilan: A. Dhani
TTL: Cianjur, 24 Oktober 1978
Pekerjaan: Owner CV Tri Jaya Sentosa
Status: Nikah dengan Pipit Novita
Anak: 2 anak perempuan (Salwa Khairunnisa dan Rasya Nayra Rajwadhani)
