Islampedia

Bekerja dan Beribadah Atas Dasar Ikhlas Karena Allah

Foto: Youtube TvMu Channel.

BANDUNGMU.COM, Bandung – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan bahwa setiap aktivitas atau pekerjaan sejatinya didasari oleh keikhlasan kepada Allah SWT. Hal ini penting karena bekerja bukan semata-mata mencari rezeki atau uang, melainkan mencari keridaan-Nya.

Wa maa umiruu illaa liya’budullaaha mukhlisiina lahud-diina. Itulah yang diperintahkan oleh Allah SWT bahwa tidak semata-mata Dia memerintahkan ibadah kepada manusia kecuali ikhlas kepada-Nya”

“Keuntungan kita bekerja dengan ikhlas itu ialah dicatatkannya semua amal ibadah kita, semua pekerjaan kita, walaupun sepertinya tidak ada keterkaitannya dengan agama, tetapi tetap menjadi sebuah kebaikan, kesalehan, amal, yang itu semua nanti akan mendapat balasan dari Allah SWT di akhirat,” tutur Dadang seperti bandungmu.com kutip dari program “Nasihat” TvMu.

Bekerja itu ibadah

Oleh karena itu, untuk memantapkan keikhlasan, kata Dadang, seorang muslim dianjurkan untuk membaca basmallah terlebih dahulu setiap akan melakukan sebuah pekerjaan atau ibadah apa pun. Baik ibadah mahdah maupun ibadah-ibadah lainnya.

Dadang menjelaskan bahwa dalam Islam yang disebut ibadah itu tidak hanya ibadah mahdah yang langsung kepada Allah SWT. Namun, perilaku, pekerjaan, dan semua tindakan setiap muslim, asalkan diniatkan karena Allah SWT, maka itu semua termasuk ibadah.

“Termasuk tidur, makan, bekerja, sekolah, dan yang lainnya, ketika semua itu dilakukan karena niat dan ikhlas karena Allah SWT, dimulai dengan bismillah, maka itu pekerjaan naik tingkatnya dari pekerjaan duniawi menjadi pekerjaan ukhrawi yang akan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” kata Dadang.

Dadang mengajak umat muslim untuk memulai semua kegiatan ibadah dan aktivitas apa pun dengan meniatkan sebagai bagian dari perintah Allah SWT, baik ibadah yang sifatnya khusus maupun yang sifatnya umum.

”Jika memulai dengan membaca basmallah, pekerjaan apa pun itu akan naik tingkatannya dari pekerjaan duniawi menjadi pekerjaan ukhrawi,” kata Dadang.

Maka dari itu, Dadang mengajak untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan meniatkan sebagai bagian dari perintah Allah SWT.

“Mudah-mudah Allah selalu memberikan kepada kita hidayat dan taufik sehingga kita tetap menjadi seorang muslim yang beriman dan ikhlas dalam beramal,” pungkas Dadang.***(FK)

Exit mobile version