PMB UMbandung
News

Di Tengah Disrupsi Digital, Ke Manakah Arah Jurnalisme?

×

Di Tengah Disrupsi Digital, Ke Manakah Arah Jurnalisme?

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung — Di tengah derasnya arus disrupsi digital yang mengubah wajah industri media, lahir sebuah gagasan segar yang menawarkan arah baru bagi dunia jurnalistik.

Melalui buku Jurnalisme Filantropi terbitan Suara Muhammadiyah, Roni Tabroni mengajak pembaca melihat bahwa jurnalisme tidak semestinya berhenti pada fungsi menyampaikan informasi.

Namun, mampu menjadi kekuatan yang menggerakkan kepedulian sosial dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Menurut penulis, buku ini lahir dari dua kegelisahan intelektual.

Pertama, dunia jurnalisme yang terus menghadapi tantangan akibat disrupsi teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi.

Kedua, kuatnya tradisi filantropi di Indonesia yang selama ini belum terhubung secara optimal dengan praktik jurnalistik.

Baca Juga:  Dari Jiwa Hidup ke Teks Mati: Sastra dalam Cengkeraman Kurikulum

Dari titik temu kedua persoalan tersebut, Roni memperkenalkan konsep “jurnalisme filantropi” sebagai kajian interdisipliner yang menawarkan paradigma, pendekatan, dan konsep baru dalam dunia pers.

Kekuatan buku ini terletak pada upayanya mendefinisikan kembali makna keberhasilan sebuah karya jurnalistik.

Bagi Roni, jurnalisme filantropi tidak sekadar melaporkan aksi sosial atau mengekspos penderitaan masyarakat.

Lebih dari itu, jurnalisme harus mampu mengawal akar persoalan, membangkitkan kepedulian publik, serta menggerakkan aksi kolektif untuk menghadirkan solusi nyata.

Baca Juga:  Tak Hanya Jadi Project Engineer, Ini Prospek Kerja Lulusan Teknik Elektro UM Bandung

Dengan demikian, keberhasilan media tidak lagi diukur dari jumlah berita atau tingkat viralitas, melainkan dari besarnya dampak sosial yang dihasilkan.

Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin menilai buku ini berhasil menjelaskan secara sistematis bagaimana jurnalisme dapat menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan pertolongan dengan mereka yang memiliki keinginan untuk membantu.

Ia melihat konsep ini sejalan dengan perkembangan media modern yang mulai bergerak dari sekadar memberitakan fakta menuju jurnalisme yang menghadirkan empati dan aksi nyata.

Secara keseluruhan, Jurnalisme Filantropi menawarkan perspektif yang relevan terhadap tantangan media masa kini.

Baca Juga:  Integritas dan Kolaborasi Jadi Fokus Kuliah Bareng Birokrat UM Bandung

Buku ini tidak hanya menghadirkan konsep akademik baru.

Namun, memberikan arah praktis mengenai bagaimana media dapat mempertahankan relevansinya di tengah perubahan zaman melalui jurnalisme yang berorientasi pada dampak sosial.

Kehadiran buku ini menjadi kontribusi penting dalam memperluas diskursus tentang transformasi fungsi pers.

Sekaligus mempertegas bahwa jurnalisme dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar penyampai informasi.***(Diko)

Data Buku

  • Judul: Jurnalisme Filantropi
  • Penulis: Roni Tabroni
  • Penerbit: Suara Muhammadiyah
  • Tahun Terbit: Mei 2026
  • Tebal: xvi + 329 halaman
  • ISBN: 978-634-7054-98-2

___

Sumber: Suara Muhammadiyah 16-31 Agustus 2026

PMB UMBandung