Opini

Dulu Kurang Ajar, Hari Ini Banyak Belajar

×

Dulu Kurang Ajar, Hari Ini Banyak Belajar

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ace Somantri
Alumni MAN 1 Kota Bandung 1997

Madrasahku,
Engkau membuka pintu gerbang setiap pagi;
Menutup rapat-rapat sesuai waktu yang dijanji;
Terdengar suara bel berdering tanda belajar mulai;
Guruku masuk berucap salam sambil senyum berseri.

Madrasahku,
Engkau membuka pintu kelas setiap bel berbunyi;
Gemuruh suara keramaian setiap pojok kelas mendadak berhenti;
Duduk tegak memandang sang guru yang ku Hormati;
Membuka tas dan buku untuk menulis sesuatu yang ku pelajari.

Madrasahku,
Berulang kali setiap pagi membuka pintu dan menutup kembali;
Jarak jauh yang ku tempuh hanya dengan jalan kaki;
Lama-lama jiwaku mulai jemu dan jenuh melewati setiap yang di pelajari;
Akhirnya jiwa ragaku berontak mulai tidak terkendali;

Baca Juga:  Bung DAS, Jubir Prabowo Subianto Yang Komunikatif dan Dialogis

Madrasahku,
Engkau tetap sabar membina dan membimbing dengan hati;
Sifat dan sikapku kian hari semakin tidak tau diri;
Kehadiran dalam absensi setiap pekan selalu ada yang terlewati;
Seribu alasan mencari cara untuk kolom alfa tidak terisi.

Madrasahku,
Engkau selalu mengingatkan perbuatan buruk harus di hindari;
Tetap tidak bergeming terus menerus mengingkari;
Jauh untuk menjadi siswa baik apalagi berprestasi;
Seiring waktu saat tertentu akhirnya menyadari dan menyesali.

Madrasahku,
Engkau menanamkan kebaikan hingga menancap dalam hati sanubari;
Penyesalan diri membawa semangat untuk berupaya memperbaiki;
Membuka kembali tas dan buku sambil jari-jari menari;
Berharap dapat menebus dosa masa lalu yang banyak menyakiti.

Baca Juga:  5 Artikel Terbaik: Citarum, Ahmad Dahlan, PCM Panawuan, Kopi Muja, dan Baitul Arqam

Madrasahku,
Engkau selalu memberi inspirasi kala sekolah sedang sepi;
Tatapan mata menyimpan seribu asa untuk menggapai cita-cita tinggi;
Lelah dan gelisah menjadi motivasi tetap melangkah pasti;
Dimanapun berada dan kapanpun waktu tetap sujud meminta pada Ilahi.

Madrasahku,
Engkau membuat jiwa tetap menjaga iri dan dengki;
Tidak membedakan warna-warni kulit dan profesi;
Sahabatku dari barat ke timur, dari utara ke selatan semua baik hati;
Momentum reuni semata untuk tetap menjaga tali silaturahmi.

Baca Juga:  Ibadah Kurban dan Gerakan Ekonomi Islam

Bandung, 24 Juli 2022