BANDUNGMU.COM — Di tengah lonjakan angka terpapar covid-19, kegiatan yang telah disusun oleh Muhammadiyah, Ortom, Majelis, Lembaga, ataupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bisa tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Demikian disampaikan Anggota Badan Pembina Harian (BPH) RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Gamping sekaligus Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Setiawan, pada acara Tabligh Akbar yang diadakan RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Gamping, secara daring.
Melonjaknya angka terpapar covid-19 di Indonesia, termasuk di Jakarta dan Yogyakarta, harus disikapi dengan seksama, tidak boleh lenggah, dan tidak boleh lalai.
Namun, di sisi lain, harus tetap menjaga girah dan semangat bermuhammadiyah warga persyarikatan. Oleh karena itu, harus dicari jalan tengah dalam masalah ini.
Kepada seluruh sivitas di AUM, terlebih di AUM Bidang Kesehatan yang mengetahui secara persis tata aturan protokol kesehatan, harus senantiasa disiplin dan menularkan kedisiplinan tersebut secara lebih luas.
Sementara itu, kepada RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang usianya telah mencapai 99 tahun, Budi menyebut bahwa jangan menyamakan usia AUM dengan manusia.
Sebab, jika manusia semakin tua akan renta dan kehilangan beberapa kemampuannya. Berbeda dengan AUM yang semakin tua maka semakin menunjukkan kematangan dan kemajuannya.
“Kita harus mampu mengambil nilai positifnya, kita harus mampu mengambil nilai kebaikannya. Oleh karena itu 99 tahun jelang 1 abad adalah usia yang menunjukkan kedewasaan dan menunjukkan (matangnya) pola berpikir,” tuturnya dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Sabtu (19/02/2022) sore.
Hal itu juga ia tujukan kepada RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.
Menurut Budi, di tengah persaingan jasa layanan kesehatan yang semakin ketat, RS PKU Muhammadiyah diajak kembali pada jati diri dan ruh semangat melayani dan berbakti kepada masyarakat.
Semangat tersebut telah ditanam oleh founding fathers sebagai dasar gerakan PKO Muhammadiyah.
“Dalam era kompetisi yang sangat ketat ini, maka kemudian semangat ruh itu kita wujudkan dalam semangat untuk perbaikan dalam pelayanan, perbaikan dalam teknologi kesehatan, dan perbaikan IT,” ucap Budi.
Implementasi semangat tersebut diharapkan RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Gamping akan senantiasa berada di atas dasar gerakan PKO.***












