Bandung dalam Tinjauan Buku Karya Haryoto Kunto

oleh -
bandung dalam buku

Oleh: Feri Anugrah, Editor

BANDUNGMU.COM – Bandung adalah kota berjuluk ”Kota Kembang” yang dikunjungi banyak wisatawan domestik dan luar negeri. Kota yang terkenal karena mojangnya yang berparas cantik ini banyak memiliki sejarah yang akan membuat decak kagum siapa pun.

Sejarah yang menarik itu terbentang dari zaman dahulu hingga saat ini. Termasuk yang tertulis dalam berbagai buku yang ditulis oleh tokoh terkenal, salah satunya, Haryoto Kunto.

Ingin tahu buku apa sajakah yang mengupas mengenai Bandung? Dikutip dan diolah dari kineruku.com, berikut beberapa buku yang membahas mengenai Bandung.

1. Buku ”Semerbak Bunga di Bandung Raya”

Buku ini diterbitkan bersamaan dengan momen peringatan ulang tahun usia fisik Kota Bandung yang ke-176, sejak pindah lokasi dari Dayeuhkolot pada 25 Mei 1810. Mengetengahkan segala aspek kehidupan masyarakat Kota Bandung dari zaman baheula sampai sekarang.

Salah satu sisi kehidupan yang mendapat sorotan dominan dalam buku ini adalah masalah pelestarian alam dan lingkungan hidup.

Buku yang ditulis oleh Haryoto Kunto ini, terbit di Penerbit Granesia Bandung, sekira bulan April tahun 1986.

Buku yang sarat dengan data sejarah, anekdot, dan potret lama yang eksklusif ini dapat menjadi hiburan (nostalgia) pembaca, di samping sebagai sumber informasi pembangunan bagi warga Kota Bandung khususnya. Buku tebal ini sangat keren dibaca. Dijamin.

2. Buku ”Balai Agung di Kota Bandung”

Menurut pengamatan Haryoto Kunto, bangunan Gedung Sate dan Gedung Pakuan merupakan aset pemerintah yang memiliki nilai historis dan arsitektonis yang penting. Bahkan untuk Kota Bandung, kedua gedung itu berfungsi sebagai landmark atau marka lingkungan, penunjuk arah orientasi dalam kota.

Buku ini ditulis oleh Haryoto Kunto dan terbit di Penerbit Granesia Bandung, sekira bulan April tahun 1996.

Bangunan dengan langgam arsitektur Indische Empire Stijl semacam Gedung Pakuan, umpamanya, sekarang hanya tersisa riwayatnya, hilang tergusur zaman. Penulisan buku ini merupakan upaya melaksanakan inventarisasi dan dokumentasi riwayat bangunan lama (building history) di Kota Bandung yang kini semakin langka dijumpai.

3. Buku ”Ramadhan di Priangan”

Kumpulan artikel Haryoto Kunto dari harian Pikiran Rakyat yang mengungkap dongeng dan kisah lama seputar penyelenggaraan ibadah puasa di Tatar Priangan tempo dahulu.

Buku Ramadhan di Priangan merangkum cerita Masjid Agung Bandung; cerita tradisi penduduk Priangan menjalankan ibadah puasa, yang diawali dengan acara botram, mandi keramas, makan sahur, ngabuburit, buka puasa, tarawih ke masjid, menyambut malam likuran, ngabungbang, dan bayar zakat fitrah.

Haryoto Kunto, menerbitkannya di Penerbit Granesia Bandung, sekira tahun 1996. Selain itu, dalam buku ini juga dibahas mengenai bagaimana salat Idulfitri masyarakat Priangan yang dilanjutkan dengan makan kupat, dan berkunjung ke rumah kerabat serta para sepuh yang dihormati.

4. Buku ”Seabad Grand Hotel Preanger 1897-1997”

Pada 17 Februari 1997, usia Grand Hotel Preanger genap satu abad (seratus tahun). Kendati sebenarnya hotel ini masih berbentuk herberg (pesanggrahan) pada 1820-an, sosok bangunannya telah berdiri tegak, menempati lahan di belakang Grand Hotel Preanger sekarang ini.

Pada hakikatnya, buku ini hanya meneruskan sebuah tradisi lama zaman kolonial. Haryoto Kunto, menerbitkan buku ini di Penerbit Aerowisata, tahun 2000.

Orang selalu menulis gedenkboek (buku kenangan) untuk memperingati peristiwa penting seperti perayaan hari jadi (ulang tahun) sebuah instansi pemerintah dan perusahaan swasta.

Buku ini mengungkap sejarah dunia perhotelan di Nusantara tempo dulu, kehidupan kaum Preangerplanters (orang perkebunan Priangan), cerita-cerita seputar Bandung zaman baheula, dan beberapa catatan penting mengenai Grand Hotel Preanger dari masa ke masa. (BERSAMBUNG KE Bagian 2)

 

One thought on “Bandung dalam Tinjauan Buku Karya Haryoto Kunto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *