Gani AI, perusahaan teknologi asal Indonesia, tengah mengambil langkah besar untuk bertransformasi. Perusahaan ini berfokus pada kecerdasan buatan (AI) dan menargetkan ekspansi internasional. Gani AI berencana mengembangkan model AI khusus untuk bidang hukum, pajak, dan akuntansi di lebih dari 20 negara.
Pendiri Gani AI, Bintang Hidayanto, mengungkapkan bahwa mereka ingin menjadi pemimpin global. “Kami harap Gani AI menjadi perusahaan pertama dengan pendiri asal Indonesia yang berhasil masuk pasar internasional,” ujar Bintang. Produk andalan mereka, Gani Atlas, adalah solusi AI sebagai Software as a Service (SaaS) untuk korporasi regional dan multinasional.
Bintang menambahkan bahwa perusahaan mereka membedakan diri dengan menawarkan SaaS untuk perusahaan besar. “Kami percaya posisi kami unik dibandingkan kompetitor AI lainnya dengan produk ini,” jelasnya.
Fokus pada Edukasi dan Kedaulatan Data
Dalam ekspansi global, Gani AI menggaris bawahi dua pilar penting: edukasi pasar dan keamanan data. Bintang menilai tantangan terbesar bukanlah teknologi, melainkan miskonsepsi publik terhadap AI. “Banyak yang masih menganggap AI sebagai solusi serba bisa, padahal AI hanya alat bantu terbatas,” tegasnya.
Pemahaman yang tepat tentang AI, menurut Bintang, adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas secara efektif. Gani AI juga sangat menjaga privasi dan keamanan data, menerapkan kedaulatan data yang ketat. “Kami tidak menghubungkan model pihak ketiga langsung ke sistem pengguna,” ungkap Bintang.
Dengan pendekatan ini, Gani AI memastikan bahwa seluruh data dan proses tetap berada dalam sistem yang mereka kendalikan. Komitmen terhadap keamanan ini diperkuat dengan sertifikasi ISO 27001, yang membangun kepercayaan di pasar global.
Kolaborasi Lokal Menjadi Ujung Tombak
Gani AI akan fokus pada pengembangan produk unggulan dan kolaborasi dengan profesional lokal di tiap negara. Mitra lokal akan menjadi ujung tombak penjualan dan pemasaran, membantu Gani AI memahami kebutuhan pasar spesifik di setiap negara. “Kolaborasi ini memastikan kami lebih responsif tanpa struktur organisasi yang kompleks,” tambah Bintang.
Dengan teknologi kuat, pendekatan etis, dan strategi kolaborasi global, Gani AI optimis bisa memimpin pasar internasional. Mereka percaya bisa menempatkan Indonesia di peta teknologi global.***(IK22/Rizky)
