Life Style

Gaya Hidup “Slow Living” Jadi Tren Baru di Kalangan Anak Muda

sumber: xyzonemedia

Di tengah tekanan hidup modern yang serba cepat, banyak anak muda mulai memilih gaya hidup slow living. Mengutip IDN Times, tren ini muncul dari kesadaran bahwa hidup tidak hanya soal produktivitas tanpa henti.

“Aku nggak mau kerja mati-matian tapi lupa hidup,” tulis IDN Times. Ungkapan ini mencerminkan sikap generasi muda yang mulai menolak budaya sibuk berlebihan.

Fenomena slow living terlihat dari meningkatnya perhatian terhadap kualitas hidup dan keseimbangan waktu. Anak muda memilih melakukan digital detox, menghabiskan waktu di alam, dan menciptakan suasana rumah yang lebih tenang.

Sebagian anak muda juga berani mengubah arah karier. Mereka memilih pekerjaan yang lebih bermakna dan sesuai dengan nilai pribadi.

Menurut IDN Times, slow living bukan sekadar tren visual di media sosial. Gaya hidup ini menjadi bentuk perlawanan terhadap dunia yang terlalu cepat dan menuntut.

IDN Times menutup artikelnya dengan kalimat reflektif: “Hidup bukan lomba siapa paling cepat, tapi siapa paling waras sampai akhir.” Pandangan ini menunjukkan bahwa generasi muda kini lebih memprioritaskan kesehatan mental dan makna hidup. ***(IK22/Raina)

 

Exit mobile version