BANDUNGMU.COM — Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim.
Bahkan setiap muslim yang ada di dunia memiliki budayanya masing-masing dalam menyambut bulan berkah tersebut.
Misalnya, menggiatkan tradisi ziarah ke makam, munggahan, saling berkunjung ke sanak saudara, dan sebagainya.
Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) UM Bandung, Drs Dikdik Dahlan Lukman, MHum, mengatakan hal itu beberapa waktu lalu.
Kata Dikdik, seorang muslim mesti mempersiapkan 3 hal dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Apa itu? Pertama, persiapan fisik. Kedua, persiapan mental. Ketiga, persiapan material.
Persiapan fisik menjadi bekal bagi umat muslim untuk menahan rasa lapar dan haus di bulan penuh rahmah tersebut.
”Selama Ramadhan tidak ada agenda untuk makan dan minum di siang hari,” ucap Dikdik.
Persiapan mental itu penting
Dosen UM Bandung itu pun menyitir sebuah hadis dari Aisyah r.a. yang berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh, kecuali puasa Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Syaban.” (HR Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).
”Nah, persiapan pun fisik harus matang sejak awal,” lanjutnya.
Oleh karena itu, ucap Dikdik persiapan mental itu penting, apalagi Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah bagi setiap muslim yang melakukan kebaikan.
”Pahala dan kebaikan kita berlipat di bulan Ramadhan,” kata Dikdik.
Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung itu pun mengutip sebuah hadis yang berkaitan dengan amal kebaikan.
Amal paling utama
Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab, ”Memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman.” (HR Thabrani).
”Sehingga jangan aneh kalau orang berebut untuk melakukan sedekah,” ungkapnya.
Budaya di Indonesia, menurutnya, seringkali menyediakan takjil bagi orang yang ingin berbuka puasa.
”Rasulullah juga bersabda bahwa siapa orang yang memberikan makan untuk orang yang berbuka puasa, maka pahala orang berbuka puasa itu secara otomatis tertransfer kepada orang yang memberikan takjilnya,” tandasnya.
Sebab itu, sambung Dikdik pantas para ulama mengingatkan kepada kaum Muslim terkait 3 persiapan itu jelang Ramadhan.
”Saya kira jangan sampai kita melewatkan bulan Ramadhan dalam keadaan sia-sia,” tegas Dikdik.***(Firman Katon)
