BANDUNGMU.COM, Surabaya — Ketua Umum Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa ada tiga hal dalam menempatkan lembaga pendidikan di tengah dinamika masyarakat.
Hal itu Haedar Nashir sampaikan pada Pengukuhan Guru Besar di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu 31 Agustus 2022.
Pertama, lembaga pendidikan tinggi harus menjadi pusat dan kompas moral keadaban publik.
Dari kacamata Haedar Nashir, segala polemik atau persoalan dalam kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan politik di tubuh bangsa Indonesia, terjadi karena luruh dan hilangnya moral.
“Jika diperhatikan akar masalah di negeri ini lebih disebabkan hilangnya moral,” tutur Haedar Nashir.
Kedua, kampus atau lembaga pendidikan tinggi sebagai pusat membangun tradisi ilmu di masyarakat.
Hal ini merupakan usaha untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Indonesia yang saat ini masih tercecer di peringkat 6 untuk negara-negara di ASEAN.
Padahal, imbuh Haedar Nashir, bangsa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa jika dibandingkan dengan negara-negara kawasan ASEAN.
Namun, karena arah pengelolaan sumber daya manusia yang belum tersistem menjadikan banyak potensi bangsa Indonesia malah diwadahi oleh negara-negara lain.
Ketiga, lembaga pendidikan tinggi atau kampus dan ilmu menjadi driving force atau kekuatan penggerak kearah maju bagi bangsa Indonesia.
Ke depan, kata Haedar Nashir, tidak bisa kemajuan peradaban dicapai tanpa ilmu.
Menurutnya, jika pendidikan tinggi sudah mampu menempatkan diri sebagai pusat moral, dan pusat membangun tradisi ilmu pengetahuan di masyarakat, besar kemungkinan lembaga pendidikan tinggi akan mampu menjadi kekuatan penggerak kearah maju.***



