PMB Uhamka
Islampedia

Inilah Sejarah Penamaan 12 Bulan Hijriah

×

Inilah Sejarah Penamaan 12 Bulan Hijriah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

BANDUNGMU.COM — Bulan-bulan dalam kalender Hijriah ternyata memiliki sebab penamaan dan latar belakang yang unik.

Muharram

Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini dinamakan Muharram berarti yang dihormati atau yang terhormat.

Pasalnya bulan ini termasuk dari empat bulan haram yang dihormati oleh orang-orang Arab pada zaman dahulu sehingga mengharamkan terjadinya peperangan pada bulan-bulan ini.

Empat bulan tersebut tiga di antaranya terjadi berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, sedangkan satu di antaranya yang terlepas dari ketiganya adalah Rajab.

Hal ini seperti lafdzul jalalah atau lafadz “Allah” yang terdiri atas alif, lam, lam, dan ha’.

Huruf alif terpisah dan berdiri sendiri sebagaimana bulan Rajab. Sementara itu, huruf-huruf setelahnya, yaitu lam, lam dan ha’ seperti tiga bulan haram yang berurutan.

Penamaan bulan-bulan ini sudah ada sebelum Islam, dan ketika Islam muncul, penamaan ini dibiarkan dan tidak dirubah.

Shafar

Bulan ini dinamakan Shafar karena adanya wabah penyakit kuning, sedangkan warna kuning dalam bahasa Arab adalah ashfar.

Ada juga yang mengatakan bahwa sebab penamaannya karena kota-kota pada bulan ini menjadi kosong yang dalam bahasa Arab adalah shifrun karena para penduduknya pergi berperang.

Rabi’ul Awwal

Bulan ini dinamakan Rabi’ul Awwal karena di bulan ini terjadi musim gugur, sedangkan kalimat “rabi’’” memiliki beberapa arti. Di antaranya hujan di musim semi, sungai kecil, warna hijau pada tumbuh-tumbuhan, dan juga rerumputan yang tumbuh di musim semi.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Game Online untuk Ngabuburit, Dijamin Seru!

Rabi’uts Tsani

Penamaan bulan ini sebagai Rabi’ut Tsani atau Rabi’ul Akhir tentu saja dengan sebab yang sama dengan penamaan bulan sebelumnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa Rabi’ul Awal merupakan awal musim semi, sedangkan Rabi’ul Akhir merupakan inti atau pertengahan musim semi.

Musim semi, menurut masyarakat Arab ada dua arti: musim semi dari arti penamaan bulan tersebut, dan musim semi secara waktu.

Musim semi dalam arti penamaan bulan adalah dua bulan ini: Rabi’ul Awwal dan Rabi’ul Akhir.

Sedangkan musim semi dalam arti waktu adalah waktu dimana bermunculannya tanaman kam’ah (jamur truffle) dan naura’, lalu setelah itu buah-buahan akan mulai tampak.

Jumadil Awwal

Kata jumadi menurut orang-orang Arab bermakna musim dingin karena air pada bulan ini membeku (jumud) dan keadaan ini terjadi selama dua bulan berturut-turut.

Karena musim dingin di mayoritas negara Arab memang terkadang cukup ekstrem sebagaimana musim panasnya. Sesekali juga turun salju di beberapa lokasi tertentu dan menjadi hal yang biasa.

Jumadits Tsani

Sebagaimana penamaan Jumadil Awwal, penamaan Jumadil Akhir juga mengacu pada keadaan musim yang dingin dan jumud. Bahkan di musim ini juga mulai banyak muncul es karena pembekuan air.

Rajab

Ada beberapa pendapat yang mengatakan sebab penamaan bulan Rajab. Di antaranya karena pada bulan ini orang-orang Arab saling mengatakan “urjubuu” yang berarti “berhentilah dari perang dan pengepungan”.

Baca Juga:  Turunnya Al-Quran Jadi Inspirasi Perubahan Masyarakat dari Jahiliah ke Modern

Versi lain mengatakan bahwa penggunaan ini sebelumnya karena mereka takut akan perang sebab karena makna lain dari “rajab” adalah “takut”.

Ada juga yang mengatakan bahwa kalimat “rajab” berasal dari kata “tarjib” yang berarti pengagungan.

Ada juga yang menyebut bahwa kata “rajab” karena bulan Rajab terjadi pada pertengahan tahun, seperti halnya “rawajib” atau tulang-tulang jari yang berada di tengah.

Ada juga yang mengatakan bahwa penamaan ini mengacu pada kegiatan pemupukan pohon.

Sya’ban

Dinamakan Sya’ban dari asal kata sya’b atau bangsa, suku, dan sekelompok orang. Pada bulan ini dahulu orang-orang Arab berkelompok-kelompok (tasya’ub) atau berpencar dalam mencari air.

Ada juga yang mengatakan bahwa penamaan ini terkait dengan penampakan bulan ini di antara dua bulan yang mulia: Rajab dan Ramadan. Maka mereka kemudian menggambarkan bulan ini dengan penuh kemuliaan.

Ramadan

Sebab penamaan bulan ini adalah karena bulan ini sering kali bertepatan dengan musim panas sehingga suhu udaranya menjadi sangat panas.

Walaupun ada juga yang mengatakan bahwa penamaan Ramadan ini karena di dalamnya terampuni dosa-dosa bagaikan api yang membakar habis dosa-dosa yang ada.

Dahulu orang-orang Arab jahiliah menamakannya Al- Asham”atau tuli. Saat bulan ini tiba tidak terdengar suara senjata karena mereka terlarang untuk berperang di dalamnya, kemungkinan juga karena kondisi yang sangat panas itu.

Baca Juga:  Waktu, Tanda, dan Amalan Malam Lailatul Qadar

Syawal

Dinamakan Syawal dari kata syawwiluu atau yang bermakna pergilah. Ada juga yang mengatakan bahwa kata Syawal merujuk pada gerakan ekor unta yang bergerak karena memasuki musim kawin unta.

Maka dari itu orang-orang Arab di masa jahiliah melarang pernikahan di bulan Syawal. Sedangkan Islam datang untuk menghentikan tradisi yang kurang baik seperti ini dan menjadikan pernikahan di bulan Syawal adalah bernilai sunah.

Dzul Qa’dah

Bulan ini dinamakan Dzul Qa’dah karena dahulu pada bulan ini merupakan bulan duduk (duduk dalam bahasa Arab adalah qu’uud).

Karena di dalamnya orang-orang Arab pada masa itu berhenti dari peperangan dan berpergian jauh sebagai persiapan menjelang bulan haji yang akan datang setelahnya. Selain itu, bulan ini juga merupakan salah satu bulan haram.

Dzul Hijjah

Bulan ini dinamakan Dzul Hijjah karena dahulu orang-orang Arab berhaji pada bulan ini. Begitu juga karena rangkaian ibadah haji selesai dan sempurna pada bulan ini.

Karena rangkaian bulan haji ada tiga bulan berturut-turut: Syawwal, Dzul Qa’dah, dan Dzul Hijjah, dan ibadah haji tidak diterima selain pada bulan-bulan ini.***(Muhammad Utama Al Faruqi)

____

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA

PMB Uhamka
buku