UMBandung
News

Jatam dan Lazismu Jawa Barat Wujudkan Pertanian Organik Berkelanjutan di Majalengka

×

Jatam dan Lazismu Jawa Barat Wujudkan Pertanian Organik Berkelanjutan di Majalengka

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Majalengka — Dalam sebuah saresehan yang dihelat di Balai Desa Lengkong Wetan, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (11/05/2024), Jamah Tani Muhammadiyah (Jatam) bersama Lazismu Jawa Barat menyepakati langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pertanian organik dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Dengan menghimpun pemikiran para ahli dan pemangku kepentingan pertanian, pertemuan tersebut menjadi momentum diskusi penting bagi pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan mengedepankan kesejahteraan petani.

Ketua Jatam Pusat Hadi Sutrisno menuturkan bahwa jihad petani dalam memproduksi komoditas pangan yang halal dan tayib merupakan fokus utama dari Jatam saat ini.

Baca Juga:  Mencetak Generasi Muda Unggul dan Berakhlak Mulia Melalui Baitul Arqam

“Pembentukan Jatam menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kekuatan tawar petani, akses terhadap informasi dan teknologi pertanian, serta memperjuangkan kepentingan bersama dalam kebijakan pertanian,” ungkap Hadi.

Sejalan dengan Dewan Pakar MPM PP Muhammadiyah, Syafii Latuconsina, yang menekankan pentingnya pengembangan pertanian organik untuk mendukung fokus utama Jatam tersebut.

“Salah satu tantangannya adalah penggunaan pupuk kimia berlebihan yang dapat merusak kualitas tanah. Kami mengadvokasi penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas pertanian,” terang Syafii.

Baca Juga:  UM Bandung Akan Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum pada Juli 2021

Sementara itu, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Majalengka Rahman Hakim mengatakan bahwa pemberdayaan petani secara kolaboratif saat ini memiliki urgensi tersendiri.

“Pertemuan produktif seperti ini diperlukan untuk mendukung program Tani Bangkit. Kolaborasi antara MPM Pusat, MPM Jawa Barat, dan MPM PDM Majalengka sangat penting untuk menjalankan program-program pemberdayaan petani, seperti Jamaah Tani Muhammadiyah,” tutur Rahman.

Diskusi tersebut mencapai kesepakatan untuk menciptakan kolaborasi antara Lazismu Jawa Barat dan Jatam di Majalengka dengan fokus pada proyek strategis seperti kegiatan Tani Bangkit.

Baca Juga:  Pandangan Ulama Muhammadiyah Soal Panggilan dan Gelar Haji

Kolaborasi antara Jatam dan Lazismu di Majalengka tidak hanya tentang pembentukan demplot pertanian organik. Namun, juga tentang semangat kolaboratif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pertanian.

Perwakilan dari kelompok Kuwu Lengkong Wetan, Enda Sukandi, menuturkan bahwa mereka berharap dapat memperkuat kekuatan tawar petani, meningkatkan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih baik, dan memperjuangkan kepentingan bersama dalam kebijakan pertanian.

“Dengan kolaborasi antara Lazismu dan Jatam, kami berharap dapat menghasilkan model pertanian yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di tempat lain,” tutup Enda.***

PMB UM Bandung