Edukasi

Jurnalisme Filantropi Tumbuhkan Sensitivitas Sosial Mahasiswa

×

Jurnalisme Filantropi Tumbuhkan Sensitivitas Sosial Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

BANDUNGMU.COM, Bandung — Jurnalisme filantropi kini semakin mendapat perhatian di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Metode ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi mendorong perubahan sosial.

Berbeda dengan jurnalisme konvensional yang fokus pada fakta dan peristiwa, jurnalisme filantropi menempatkan nilai kemanusiaan sebagai inti pemberitaan.

Tujuannya adalah membangun empati publik dan memicu aksi nyata dalam bentuk bantuan serta kepedulian sosial.

Jurnalisme filantropi sebagai mata kuliah di perguruan tinggi

Di beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Bandung, jurnalisme filantropi mulai diperkenalkan sebagai mata kuliah.

Baca Juga:  Penyelenggaraan UKW Angkatan 10 di UM Bandung Terapkan Presensi Digital dengan EventMu

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan perspektif etis dan solutif dalam peliputan isu sosial.

Mahasiswa diajak mengangkat cerita tentang ketimpangan, kemiskinan, lingkungan, dan krisis kemanusiaan.

Bukan hanya sebagai berita, melainkan panggilan moral untuk membangun solidaritas.

“Kami ingin mahasiswa menjadi jurnalis yang peka terhadap realitas sosial dan mampu menghadirkan perubahan,” kata Roni Tabroni, salah satu dosen di program studi Ilmu Komunikasi UM Bandung.

Mahasiswa bagian dari solusi

Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengamat pasif, tetapi bagian dari solusi.

Baca Juga:  Lulusan Kriya Tekstil dan Fashion Tidak Harus Terpaku Jadi ”Fashion Designer”

Dalam praktiknya, karya jurnalistik yang dihasilkan sering kali membuka jalan bagi gerakan donasi, kolaborasi komunitas, hingga advokasi kebijakan publik.

Hal ini menunjukkan bahwa jurnalisme memiliki kekuatan lebih dari sekadar media informasi, tetapi sebagai alat transformasi sosial yang konkret.

Jurnalisme filantropi sebagai model masa depan

Seiring dengan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu sosial, jurnalisme filantropi berpotensi menjadi model jurnalisme masa depan yang lebih beradab dan berorientasi pada kebermanfaatan.

Di tengah arus konten sensasional dan cepat, kehadiran jurnalisme yang peduli dan bertanggung jawab ini menjadi harapan baru bagi dunia media yang lebih manusiawi.***