UMBandung
Islampedia

Kalau Doa Ingin Cepat Dikabulkan Allah, Penuhi 5 Syarat Ini

×

Kalau Doa Ingin Cepat Dikabulkan Allah, Penuhi 5 Syarat Ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

BANDUNGMU.COM — Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang penuh dengan keberkahan. Al Quran menjelaskan ibadah puasa Ramadhan secara berurutan dari ayat 183-188.

Salah satu hal paling menarik dari Ramadhan adalah besarnya peluang dikabulkannya doa-doa yang kita panjatkan.

Dikutip dari program “Oase Iman” TvMu, Selasa (05/04/2022), Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyebut di antara ayat di atas, terdapat satu ayat yang menjelaskan secara rinci agar doa yang kita panjatkan dapat terkabul.

Ayat itu adalah ayat ke-186 Surat Al-Baqarah yang artinya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”

Baca Juga:  Muhammadiyah Tidak Memisahkan Antara Ilmu Pengetahuan dan Agama

Adapun tentang cara dikabulkannya doa, kata Dadang, tidak boleh terlepas dari lima syarat wajib sebagaimana tersirat dalam ayat tersebut.

“Pertama wa idza sa’alaka anni fa inni qariib, kita harus merasa dekat dengan Allah. Karena puasa Ramadhan itu sejatinya juga mendekatkan diri kita dengan Allah SWT,” terang Dadang seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Kata dia, kalimat berdoa pun perlu memakai redaksi kata “Rabbana” yang menandakan keintiman dengan Allah.

Kedua, sesuai dengan makna ujiibu da’watan idzaa da’ani adalah Allah hanya mengabulkan doa yang serius saja kepada-Nya.

Baca Juga:  Dadang Kahmad Ajak Sivitas UM Bandung Banyak Membaca

“Karena banyak orang yang tidak serius dalam berdoa. Mulutnya berucap tetapi hatinya ke mana-mana, tidak serius. Apalagi doanya aneh, misalnya mohon kaya tetapi tidak melakukan usaha-usaha apa pun,” ingatnya.

Ketiga, adalah makna yastajiibu lii. Kata Dadang, setelah penggalan kata ini bermakna melaksanakan perintah Allah sehingga doa di dalam ibadah seperti puasa Ramadan itu memiliki derajat tinggi sebagaimana doanya orang-orang yang dizalimi.

Keempat, agar doa semakin berpeluang dikabulkan maka kita harus mengikutinya dengan berbuat amal kebaikan yang berhubungan dengan orang lain. Selain itu, kita juga harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.

Baca Juga:  Jangan Biarkan Anak Muda Jauh dari Agama

Kelima, kata Dadang, adalah menggunakan waktu-waktu mustajab di bulan Ramadan untuk berdoa. Misalnya pada waktu Jumat sore menjelang magrib, di antara dua azan, pada saat sahur, ataupun pada momen menjelang berbuka.

“Inilah pelajaran yang harus kita ambil dari ayat 186 di Al Baqarah dari rangkain ayat berpuasa. Selamat berpuasa, semoga Allah menerima segala amal ibadah kita,” pungkas Dadang.***

Seedbacklink