Darurat Korupsi di Semua Lembaga, Prof Dadang Kahmad: Jangan Bermain-main dengan Amanah!

oleh -
mengembangkan-dakwah-virtual-

BANDUNGMU.COM — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Dadang Kahmad MSi menilai tingginya kasus korupsi di Indonesia yang juga menyasar ke semua lembaga, baik lembaga hukum, lembaga agama, maupun lembaga pendidikan terjadi karena lemahnya kesadaran terhadap hari akhir.

“Kita tahu bahwa Indonesia itu darurat korupsi (karena) sudah di berbagai lembaga dan organisasi. Oleh karena itu, saya berharap kita berhati-hati, jangan sampai kita melakukan pelanggaran yang dilarang oleh negara dan agama,” tutur Prof Dadang.

“Jangan bermain-main dengan amanah. Apakah itu di lembaga negara, swasta, BUMN, berhati-hatilah karena kita harus mempertanggungjawabkannya di kemudian hari,” pesan Prof Dadang.

Baca Juga:  Pemuda, Politik, dan Masa Depan Negara

Dalam “Catatan Akhir Pekan” Tvmu, Ahad (11/09/2022), Prof Dadang menyebut kesadaran iman para pelaku korupsi itu sangat lemah. Pasalnya sebelum mereka menerima jabatan, mereka umumnya menjalani sumpah amanah berdasarkan agama masing-masing.

Selain itu, Prof Dadang menilai terungkapnya kasus korupsi seseorang itu terjadi karena si pelaku melampaui batas.

“Semua kasus di dunia ini, kejahatan seksual, kejahatan manipulasi, kejahatan korupsi, itu tertangkap kalau dia sudah beberapa kali dan tidak tobat, lalu dia melampaui batas yang diberikan batasan oleh Tuhan dalam agama,” kata guru besar sosiologi agama ini.

“Saya yakin yang tertangkap itu adalah orang-orang yang melampaui batas. Sudah beberapa kali (melakukan) sebagaimana kisah Ali ibn Abi Thalib ketika pernah menangkap pencuri,” ujarnya.

Baca Juga:  Inilah 4 Bekal Membentuk Jiwa Kepemimpinan dalam Keluarga

Dalam kisah itu, si pencuri yang tertangkap oleh Ali ibn Abi Thalib mengelak dengan mengatakan bahwa dia baru kali pertama mencuri. Padahal, hal itu telah dia lakukan berkali-kali.

“Kata Ali, tidak mungkin kalau sekali kamu tertangkap. Kamu itu pencuri itu tertangkap kalau sudah beberapa kali. Sudah keterlaluan, melampaui batas,” ujar tokoh Muhammadiyah yang produk menulis ini.

“Jadi, kalau lihat kasus-kasus yang kemarin, orang yang melampaui batas itu jatuh. Ini menjadi catatan kita,” imbuhnya.

Kesadaran iman terhadap akhirat pun, menurut Ketua BPH UM Bandung ini perlu ditingkatkan oleh setiap orang agar bersikap awas dan takwa dalam menjalani kehidupan di dunia.

Baca Juga:  Inilah 4 Amalan Sunah Setelah Shalat Wajib

Apalagi selain mendapatkan azab di akhirat, para pelaku korupsi itu mengawalinya dengan kehinaan di dunia yang juga dirasakan oleh keluarganya. Apakah itu berbentuk rasa malu, penyakit, hingga kematian yang tak wajar.

“Saya yakin koruptor ketika masa tuanya mengalami kesusahan yang luar biasa. Apakah itu penyakit, perceraian, atau anak yang terjadi sesuatu musibah. Oleh karena itu, berhati-hatilah apalagi nanti di akhirat kita menghadapi peradilan yang sangat berat di hadapan Allah,” tutup Prof Dadang.***

_______

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA

No More Posts Available.

No more pages to load.