Keajaiban Alquran dan Prediksi Kemenangan Umat Islam yang Menjadi Kenyataan

oleh -
Laut Mati (Foto: Umrah Backpacker)

BANDUNGMU.COM – Empat belas abad lalu, Allah telah menurunkan kitab suci Alquran kepada umat manusia sebagai satu kitab panduan. Dia menyeru manusia agar berpegang kepada kitab ini sebagai jalan untuk mendapatkan kebenaran. Mulai saat diwahyukan hingga Hari Pengadilan kelak, kitab suci ini akan kekal sebagai satu-satunya panduan bagi umat manusia.

Gaya tutur dan ketinggian hikmah di dalam kitab ini tiada tandingannya. Inilah bukti yang amat jelas bahwa Alquran adalah kalam suci Allah. Di dalam kitab ini terkandung berbagai keajaiban yang membuktikan bahwa ia adalah wahyu suci dari Allah.

Salah satu keajaiban tersebut ialah ramalan berbagai peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari Surat Al-Fath, misalnya, memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Makkah yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala.

Kekalahan Bizantium merupakan salah satu contoh berita tentang peristiwa masa depan. Yang paling menarik dari peristiwa sejarah ini, yakni pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Hal ini menarik sebab ”titk terendah” disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini.

Penggalan berita yang disampaikan Alquran mengenai peristiwa masa depan bisa ditemukan dalam ayat pertama Surah Ar-Ruum yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur kekaisaran Romawi.

”Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (QS Ar-Ruum [30]: 1-4).

Setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Namun tepat pada saat seperti itu, ayat pertama Surah Ar-Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapat kemenangan dalam beberapa tahun lagi.

Kemenangan tersebut tampak mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka yakin kemenangan yang diberitakan Alquran tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surah Ar-Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, pertempuran penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dalam sejarah dikenal dengan sebutan Battle of Nineveh (Pertempuran Nineveh).

Pada kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Akhirnya ”kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan Allah dalam Alquran, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah informasi penting tentang fakta geografis yang tidak dapat ditemukan seorang pun pada masa itu.

Pada ayat ketiga Surah Ar-Ruum diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Dalam banyak terjemahan, ungkapan ”Adnal Ardli” dalam bahasa Arab diartikan sebagai ”tempat yang dekat”. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran.

Kata ”Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata ”Dani” yang berarti ”rendah” dan ”Ardli” yang berarti ”bumi”. Oleh karena itu, ungkapan ”Adnal Ardli” berarti ”tempat paling rendah di bumi”.

Ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Yerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksud adalah cekungan Laut Mati yang kini terletak di perbatasan antara Israel dan Jordania.

Dalam teknik pengukuran modern, Laut Mati terletak 417 meter di bawah permukaan laut. Tercatat dalam fakta bahwa Luat Mati sebagai daerah paling rendah di muka bumi.

Informasi ini telah disampaikan Alquran kurang lebih empat belas abad yang lalu. Demikianlah, hal ini memberikan bukti lagi bahwa Alquran adalah wahyu Ilahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *