PMB UMbandung
News

MERP IV Perkuat Budaya Riset dan Inovasi Pembelajaran Matematika di Era AI

×

MERP IV Perkuat Budaya Riset dan Inovasi Pembelajaran Matematika di Era AI

Sebarkan artikel ini
MERP IV Perkuat Budaya Riset dan Inovasi Pembelajaran Matematika di Era AI (Sumber: Istimewa).***
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah terus menjadi perhatian di lingkungan perguruan tinggi.

Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Mathematics Education on Research Publication (MERP) IV yang mengangkat tema High Order Thinking Skill (HOTS): Jembatan Menuju Inovasi Pendidikan Matematika Abad ke-21.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Ruang Aksara Akademika Rumah Jurnal dengan Program Studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang digelar secara daring pada 21 Mei 2026.

Seminar menghadirkan Ketua Prodi Pendidikan Matematika UPI Jarnawi Afgani Dahlan serta mahasiswa Program Doktor Pendidikan Matematika UPI, Hamdan Sugilar dan Ida Nuraida, sebagai narasumber.

Selain menjadi forum berbagi hasil penelitian, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa doktoral.

Membuka kegiatan, Kaprodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung Iyon Maryono mengapresiasi terselenggaranya MERP IV sebagai ruang kolaborasi akademik yang mempertemukan dosen, peneliti, dan mahasiswa.

Baca Juga:  Membanggakan! Detyani, Mahasiswi UM Bandung Jadi Salah Satu Kreator Instrumen Bel Kereta Api

Ia menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi salah satu kompetensi yang harus terus dikembangkan untuk melahirkan inovasi dalam pembelajaran matematika.

Pembina Rumah Jurnal Wahyudin Darmalaksana mengatakan tema yang diusung tahun ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus membangun budaya berpikir kritis dan inovatif di kalangan mahasiswa.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta, terutama mahasiswa S1 Pendidikan Matematika, tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi termotivasi untuk terus berkarya dan menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan ilmiah,” ujar Wahyudin.

Dalam sesi utama, Jarnawi Afgani Dahlan mengajak mahasiswa untuk memandang perubahan zaman sebagai peluang, bukan ancaman.

Ia menekankan bahwa mahasiswa abad ke-21 perlu membekali diri dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi agar mampu menjawab tantangan dunia kerja maupun perkembangan teknologi.

Baca Juga:  Integritas dan Kolaborasi Jadi Fokus Kuliah Bareng Birokrat UM Bandung

Menurutnya, “keterampilan belajar dan inovasi abad ke-21, yakni kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama agar mahasiswa tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di tengah kompleksitas dunia kerja masa depan.”

Sementara itu, Hamdan Sugilar memaparkan hasil penelitiannya mengenai model pembelajaran IBL CRIG yang terbukti lebih efektif dibandingkan pembelajaran langsung (DI) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan menyelesaikan masalah bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat dilatih melalui strategi pembelajaran yang tepat.

Dalam paparannya, Hamdan mengutip pandangan bahwa “masalah adalah jiwa matematika dan pemecahannya merupakan kegiatan kreatif yang dapat dipelajari.”

Hasil penelitiannya menunjukkan model IBL CRIG lebih konsisten meningkatkan kemampuan mahasiswa pada setiap tahapan pemecahan masalah, terutama dalam mengevaluasi dan memverifikasi solusi.

Baca Juga:  Arti Resolusi Yang Sebenarnya Menurut Mahasiswa KPI UM Bandung

Topik yang tak kalah menarik disampaikan Ida Nuraida melalui kajian bertajuk Generative AI in University Mathematics Education.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan generatif, termasuk large language model seperti ChatGPT, memiliki potensi besar sebagai pendamping belajar apabila dimanfaatkan secara tepat.

Ida menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan tidak boleh mengabaikan aspek etika akademik.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki literasi AI agar mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi kejujuran akademik.

Melalui MERP IV, Rumah Jurnal bersama Program Studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap budaya riset, publikasi ilmiah, serta pemanfaatan teknologi pendidikan dapat terus berkembang di lingkungan kampus.

Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi pembelajaran matematika sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pendidikan di era kecerdasan buatan.***

PMB UMBandung