Life Style

Mikro Drama China, Cara Baru Menikmati Film

Mikro drama China semakin menarik perhatian pengguna TikTok global. Format ini sebenarnya sudah berkembang sejak 2018 di Douyin, versi TikTok di China. Mikro drama mengusung format video vertikal, berdurasi singkat, cepat, dan mengandalkan hook kuat sejak detik awal. Alur cerita penuh cliffhanger dan plot twist membuat penonton terus menonton hingga episode berikutnya.

Popularitas mikro drama tidak hanya bergantung pada formatnya. Pandemi Covid-19 turut mendorong pertumbuhannya. Dalam kanal YouTube CNBC, Ashley Dudarenok, Founder ChoZan, menjelaskan bahwa Douyin dan Kuaishou mulai mendorong konten drama vertikal pada 2020–2021. Produksi berbiaya rendah dan durasi singkat sekitar 90–120 detik membuat format ini cocok untuk waktu luang yang terfragmentasi.

Pada April 2025, unduhan aplikasi mikro drama di Amerika Serikat mencapai 10 juta. Mayoritas penggunanya merupakan perempuan berusia 25–35 tahun. Data ini menunjukkan bahwa mikro drama China berhasil menembus pasar global, tidak hanya terbatas di Asia.

Keberhasilan tersebut juga tercermin dari sisi ekonomi. CNBC melaporkan bahwa pasar mikro drama China melampaui pendapatan box office film tahunan untuk pertama kalinya pada 2024. Platform memanfaatkan model freemium, di mana episode awal dapat diakses gratis, sementara kelanjutan cerita memerlukan pembayaran. Kanal YouTube South China Morning Post menyebutkan bahwa penonton harus membayar untuk menuntaskan serial mikro drama dengan puluhan klip.

Biaya produksi yang relatif rendah turut memperkuat tren ini. Production house tidak perlu aktor ternama atau kru besar untuk menghasilkan konten yang menarik. Kondisi ini menjadikan mikro drama sebagai peluang baru dalam industri hiburan digital, khususnya bagi kreator dan rumah produksi yang ingin menjangkau audiens luas melalui platform media sosial.***(IK22/Andrian)

 

Exit mobile version