Muhammadiyah Manfaatkan Film sebagai Media Dakwah

oleh -
Salah satu adegan dalam film "Jejak Langkah 2 Ulama" (Foto: Youtube Mas Odjie Channel).

BANDUNGMU.COM — Seni dan budaya maknanya jangan dipersempit, oleh karena itu, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah, Sukriyanto AR, menyampaikan bahwa Muhammadiyah ingin berdakwah melalui seni secara keseluruhan.

Sukri menjelaskan, sebenarnya dakwah melalui media seni dan budaya sudah dilakukan oleh Muhammadiyah. Namun, belum mencakup keseluruhan, masih ada yang tertinggal seperti film. Dakwah melalui filem oleh LSBO baru dimulai pada kepemimpinan periode 2015-2020.

Secara lebih khusus, Sukri menyebut bahwa film pertama yang ingin digarap ialah film tentang kepahlawanan, dimulai dengan tokoh Jenderal Sudirman. Namun, pada saat itu terhalang dengan besaran biaya produksi sehingga keinginan tersebut belum terwujud.

Pada acara Ngopi/Ngobrol Bareng MPI Muhammadiyah Jawa Barat, Jumat (17/09/2021), Sukriyanto menuturkan, karena belum berhasil memproduksi film tentang Jenderal Sudirman, produksi film pertama LSBO PP Muhammadiyah ialah film ”Meniti 20 Hari” yang menceritakan tetang Pak AR Fachruddin.

“Lalu yang kedua itu film tentang 9 Putri Sejati. Waktu itu saya berpikir peran perempuan itu luar biasa karena Kiai Dahlan itu punya pendirian kalau ingin Indonesia maju, maka yang maju bukan hanya laki-laki, melainkan juga perempuannya,” ucapnya, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Selain sebagai metode dakwah, film di mata LSBO juga sebagai usaha mengenalkan tokoh-tokoh Muhammadiyah, termasuk tokoh perempuannya.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan RA Kartini, peran perempuan ‘Aisyiyah lebih besar. Jika RA Kartini baru memiliki satu Taman Kanak-kanak (TK), ‘Aisyiyah sudah memiliki ribuan.

Kemudian film ketiga yang berhasil diproduksi oleh LSBO PP Muhammadiyah ialah “Jejak Langkah 2 Ulama”. Sukriyanto berpikir bahwa film juga sebagai media pemersatu.

Melalui film ”Jejak Langkah 2 Ulama”, Syukri bermaksud menyatukan dua kekuatan besar organisasi Islam di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul ‘Ulama.

“Lalu film keempat itu adalah film anak-anak dalam masa pandemi ini, judulnya ‘Cita-cita Ku Setnggi Balon’,” sambungnya.

Sementara, saat ini LSBO PP Muhammadiyah juga sedang menggagas film yang akan menceritakan tokoh Muhammadiyah dari Sunda yang bernama Ir. Juanda.

Menurutnya, sosok Ir. Juanda ialah teladan bagus yang bisa dicontoh. Dia rela melepas jabatan dengan gaji yang besar dan memilih berjuang di Muhammadiyah. (Muhammadiyah.or.id).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *