Muhammadiyah Melawan Penjajahan dengan Pendidikan

oleh -
Foto: Muhammadiyah.or.id.

BANDUNGMU.COM – Usia Muhammadiyah sudah lebih dari satu abad, tepatnya 109 tahun dalam kalender masehi. Artinya, organisasi Islam ini lebih tua 36 tahun dari Indonesia. Sebab Indonesia merdeka 17 Agustus 1945 dan Muhammadiyah berdiri pada 18 November 1912.

Tidak bisa dipungkiri, Muhammadiyah menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan melalui perjuangan dan perlawanan kepada penjajah, serta kolonialisme yang terjadi di Indonesia.

Perbedaan mencolok antara Muhammadiyah dan organisasi gerakan lain dalam mengusahakan kemerdekaan adalah pada cara perlawanannya. Selain melakukan perlawanan dengan fisik, seperti perang yang dilakukan Askar Perang Sabil, Muhammadiyah juga melakukan perlawanan melalui bidang pendidikan.

Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Abid Djazuli, bentuk perjuangan yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui bidang pendidikan terus kompatibel dengan zaman.

Zaman sekarang, lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah tetap konsisten melakukan perlawanan atas penjajahan dalam bentuk kebodohan. Oleh karena itu lembaga pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) harus menyesuaikan diri dengan segala perubahan di tingkat global.

“Jika tidak menyiapkan perguruan tinggi, dikhawatirkan kita akan terlindas oleh globalisasi,” ungkapnya seperti dikutip dari TVMU, Kamis (19/08/2021).

Eksistensi lembaga pendidikan dan PTMA tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan yang diberikan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah terdahulu. Oleh karena itu, generasi ataupun kader muda Muhammadiyah sekarang wajib memberikan penghormatan terbaik kepada mereka.

Menjelaskan tentang aktor pendirian universitas yang dipimpinnya sekarang, Abid Djazuli menyebut, pendirian UM Palembang di masa awal banyak dipelopori oleh tokoh-tokoh muda Muhammadiyah Sumatera Selatan.

“Kampus ini dipelopori oleh tokoh-tokoh muda Muhammadiyah saat itu di Sumatera Selatan yang sejak awal bergerak di dunia pendidikan. Mereka memberikan kepada warga Sumsel untuk menempuh pendidikan tinggi,” katanya. (Muhammadiyah.or.id).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *