BANDUNGMU.COM, Bandung — Musim hujan telah tiba, dan risiko Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di berbagai daerah di Indonesia. Curah hujan yang tinggi menyebabkan genangan air, yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Risiko DBD Meningkat Usai Hujan Deras
Menurut lembaga kesehatan, peningkatan kasus DBD sering terjadi setelah hujan deras. Telur nyamuk dapat menetas dengan cepat ketika menemukan genangan air bersih. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan meningkatkan upaya pencegahan di lingkungan masing-masing.
Cara Mencegah DBD
Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Warga harus rutin membersihkan bak mandi, ember, dispenser, pot tanaman, hingga tutup botol. Karena, tempat-tempat tersebut sering menjadi sarang nyamuk jika dibiarkan.
Selain itu, masyarakat dapat menggunakan lotion anti-nyamuk dan memasang kelambu saat tidur untuk mengurangi risiko gigitan. Untuk pencegahan tambahan, penghuni rumah sebaiknya memastikan sirkulasi udara tetap lancar dan menyalakan obat nyamuk elektrik secara rutin, terutama pada pagi dan sore hari saat nyamuk paling aktif
Mengenali Gejala DBD dan Tindakan yang Perlu Dilakukan
Lembaga kesehatan nasional juga menekankan pentingnya mengenali gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, mual, dan bintik merah di kulit. Jika gejala tersebut muncul, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan cepat.
Dengan menjaga kebersihan rumah, memperhatikan genangan air, dan melindungi diri dari gigitan nyamuk, masyarakat dapat mengurangi angka penularan DBD, yang cenderung melonjak setiap musim hujan.***(IK22/Wafa)
