Islampedia

Perlakuan Rasulullah SAW Kepada Kaum Muda Yang Patut Ditiru

×

Perlakuan Rasulullah SAW Kepada Kaum Muda Yang Patut Ditiru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

BANDUNGMU.COM — Pendekatan Rasulullah Muhammad SAW terhadap pemuda pada zamannya adalah suatu contoh kemajuan yang luar biasa.

Nabi SAW memberikan perlakuan yang penuh hormat kepada mereka dan mengakui potensi yang dimiliki pemuda dalam berkontribusi pada masyarakat.

Nabi akhir zaman ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya melihat pemuda sebagai aset berharga bagi masyarakat, bukan beban.

Pada awal periode Islam, sebagian besar pengikut Rasulullah adalah pemuda.

Fakta sejarah ini mencerminkan keyakinan beliau akan kapasitas pemuda dalam aktif berperan dalam penyebaran agama Islam.

Rasulullah SAW dengan tegas mempercayakan tanggung jawab besar kepada mereka, yang sering kali dianggap terlalu berat bagi orang dewasa.

Ini adalah bukti kuat dari keyakinan beliau terhadap potensi dan kemampuan pemuda.

Baca Juga:  Inilah 3 Profesi yang Dilakukan Rasulullah Saw di Sebagian Hidupnya, Apa Saja, Sih?

Nabi SAW tidak pernah mengabaikan pemuda atau meremehkan peran mereka dalam masyarakat.

Sebaliknya, Rasulullah SAW mendorong mereka untuk mengambil peran penting dalam penyebaran Islam.

Jika Rasulullah SAW masih hidup hingga saat ini, beliau pasti akan mendorong kita untuk mengenali dan mengaktifkan potensi pemuda sehingga mereka dapat berkontribusi positif dalam perubahan dunia.

Contoh nyata tentang pendekatan beliau terhadap pemuda adalah ketika Usamah ibn Zayd, pada usia tujuh belas tahun, dipilih untuk memimpin pasukan muslim.

Di bawah komandonya, ada tokoh-tokoh besar seperti Abu Bakr dan Umar ibn Al Khattab.

Ini adalah bukti bahwa Rasulullah SAW memberikan tanggung jawab besar kepada pemuda dan memiliki keyakinan yang kuat pada kemampuan mereka untuk memimpin.

Baca Juga:  Islam dan Kebinekaan

Muadz ibn Jabal adalah contoh lain yang mengesankan. Beliau dipercayakan untuk menjadi wakil Rasulullah SAW dalam penaklukan Makkah.

Muadz banyak menghabiskan waktu bersama Rasulullah SAW dan tumbuh menjadi seorang cendekiawan dan ahli hukum yang sangat dihormati.

Pada usia muda, hanya dua puluh tujuh tahun, dia diangkat menjadi gubernur di Yaman, menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW melihat potensi besar dalam pemuda dan memberikan mereka tanggung jawab penting.

Rasulullah SAW juga tidak melupakan kaum perempuan muda. Di zaman sekarang, seringkali kaum perempuan muda tidak didorong untuk memiliki ambisi dan pengetahuan.

Namun, di awal perkembangan Islam, perempuan muda memegang peran penting dan vital.

Sebagai contoh, Asma binti Abu Bakar memainkan salah satu peran paling berani dalam melindungi Rasulullah ketika beliau melarikan diri dari Makkah ke Madinah.

Baca Juga:  Moderat Adalah Ruh Islam Sesungguhnya

Saudari Asma dan istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, adalah bukti nyata betapa perempuan muda memiliki potensi besar dalam masyarakat Islam.

Aisyah RA menjadi seorang cendekiawan dan ahli hukum yang sangat dihormati pada usia dua puluh tahun.

Pendekatan Rasulullah SAW terhadap pemuda dan perempuan muda adalah teladan bagi kita.

Nabi SA mendorong mereka untuk mengambil peran penting dalam masyarakat dan mempercayai potensi mereka.

Rasulullah SAW akan menasihati kita untuk terus mengembangkan pemuda, mendukung perempuan muda, dan memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi positif dalam masyarakat dan agama.***