BANDUNGMU.COM — Nurul Apriananda, mahasiswi jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) menggondol medali perak dalam lomba puisi tingkat nasional!
Lomba puisi tersebut diadakan Asosiasi Program Studi Informatika (APSI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah dari 22-24 Februari 2022.
Artinya, lomba tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kampus Muhammadiyah/Aisyiyah di seluruh Indonesia. “Puluhan yang ikut, tapi ada beberapa yang gak ngirimkan perwakilannya,” kata Nurul beberapa hari lalu.
Lalu, pada ajang lomba puisi tersebut, Nurul menulis puisi seperti apa? Nah, atas izin Nurul Apriananda akhirnya puisi yang dia buat untuk kebutuhan lomba itu dihidangkan untuk pembaca bandungmu.com.
Yuk kita simak!
CAHAYA BUKU
Tatapan mataku menjadi bandit bandit kecil, merampas kata, lalu terbata. Mencuri kemerlip kecil pada tiap kalimat yang dirangkai menjadi bunga. Bunga yang menjadi makna atau bunga mengapa pada buket tanda tanya.
“Bunganya meraba gelapnya mata”
Roh-roh lembar itu usang sebelum terjamah, mengadu di hadapan tinta yang terbuat dari asa. Tinta itu hanya membeku diam menatap lamat-lamat saat buta
Jika berkata tentang buku, maka terdengar ilmu dan kata “tak tahu”. Terbayang ombak ombak ganas merombak setiap karang cadas, merombak setiap kata bercahaya setelah koma, cahaya yang tertuju di atas tulisan nyata
“Cahayanya melampaui kita”
Buku menjelma Mentari kemudian abadi, tak pernah merasakan fana, bagaimana bisa ada yang berpaling dari cahaya ufuk timur pada gelapnya barat? Mereka berteduh di gang-gang gelap menghindari kata dan susunan kalimatnya. Tak mengeja dan langsung bersembunyi begitu saja, acuh tak peka. Maknanya hilang ditelan barat dan hanya sedikit orang yang mencarinya
“Buku adalah matahari, dan mereka berteduh menghindari cahayanya”
Rembulan merdu memancarkan setitik cahaya pada malam, namun terkutuk menjadi tempat persembunyian, mereka masih menjelma buta tak mengenal indah purnama yang tertuang mesra pada selembaran penuh makna
“Buku seindah bulan, namun mereka sembunyi di balik redup malam”
Itulah puisi yang dibuat Nurul Apriananda, mahasiswi jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) yang mengantarkannya meraih medali perak dalam lomba puisi.
Penuh filosofis, bukan?
Semoga menginspirasi!***(Cecep Hasannudin)












