Islampedia

Salat Tarawih Berjamaah Itu Lebih Baik Daripada Sendiri

×

Salat Tarawih Berjamaah Itu Lebih Baik Daripada Sendiri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

BANDUNGMU.COM, Bandung — Mayoritas fukaha menyatakan bahwa salat tarawih lebih afdal dikerjakan berjamaah. Apabila dikerjakan secara munfarid (sendiri) tetap sah. Hanya saja berjamaah lebih afdal karena pelaksanaan salat tarawih secara berjamaah di masjid membawa beberapa hikmah.

Pahala berjamaah

Salat tarawih memberikan peluang mendapatkan pahala ibadah lebih banyak melalui salat berjamaah karena pahala salat berjamaah 27 kali lipat dari salat munfarid.

Dari Abdullah ibnu Umar (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salat jamaah itu [pahalanya] melebihi salat sendirian dua puluh tujuh tingkat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Mencintai masjid

Salat tarawih berjamaah di masjid akan memupuk kecintaan kepada masjid. Melalui salat berjamaah di tempat suci itu akan menjadikan orang yang terpaut hatinya kepada masjid sehingga diharapkan termasuk salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah pada hari kiamat.

Baca Juga:  Pengajian Muhammadiyah Ranting Cipedes Kupas Tentang Menjaga Hak Allah

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda, “Tujuh golongan orang yang akan mendapat perlindungan Allah di hari kiamat, hari di mana tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya, yaitu penguasa yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, orang yang menyebut asma Allah dalam kesendirian lalu berlinang air matanya, orang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, orang yang digoda seorang wanita berpangkat dan cantik lalu berkata, “Aku takut kepada Allah,” dan orang yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan tangannya.” (HR Bukhari, Muslim, An-Nasai, dan Malik).

Baca Juga:  Mengulik Peran Majalah Suara Muhammadiyah di Masa Pra-Kemerdekaan

Sarana belajar

Salat tarawih berjamaah merupakan wahana bagi jamaah untuk belajar dan memperoleh pengetahuan Islam melalui kuliah-kuliah yang disampaikan oleh para penceramah menjelang salat tarawih di masjid.

Semarak dan syiar

Salat tarawih berjamaah akan lebih menyemarakkan suasana bulan suci Ramadhan sebagai bulan penuh berkah dengan kehadiran anggota masyarakat di masjid untuk melakukan salat bersama.

Mempererat silaturahmi

Hikmah kelima yakni mengeratkan tali silaturahim dan memupuk kebersamaan antar sesama warga di sekitar masjid melalui pertemuan di masjid untuk tujuan yang sama, yaitu melaksanakan ibadah kepada Allah berupa qiyam Ramadhan.

Anjuran Nabi SAW

Salat berjamaah di masjid memang ajaran Nabi SAW memang menganjurkan agar salat tarawih dilakukan secara berjamaah.

Baca Juga:  Bulan Ramadan Jadi Momentum Untuk Menjadi Insan Berilmu dan Bertakwa

Dari Aisyah RA (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW salat pada suatu malam di masjid, lalu beberapa orang lelaki ikut salat bersama beliau. Kemudian beliau salat (lagi) pada malam berikutnya dan orang bertambah banyak.

Kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau keempat. Namun, Rasulullah SAW tidak keluar kepada mereka. Ketika tiba waktu subuh, beliau berkata, “Aku melihat apa yang kamu lakukan. Aku tidak keluar menemui kalian bukan karena apa-apa, melainkan aku khawatir kalau-kalau hal itu menjadi wajib atas kamu.” Ini terjadi di (bulan) Ramadan (HR Bukhari (ini adalah lafalnya), Muslim, Abu Dawūd, An-Nasai, Aḥmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Ḥibban).***