BANDUNGMU.COM — Selama ini, khususnya di Indonesia, jumlah rakaat salat tarawih mayoritas dua versi yang sering dilaksanakan setiap bulan ramadhan.
Pertama, 20 rakaat, ditambah dengan tiga rakaat salat witir dengan demikian secara total 23 rakaat.
Kedua, 8 rakaat, dan secara total salat malam yang dikerjakan adalah 11 rakaat ditambah dengan tiga rakaat salat witir. Kedua pendapat itu sama-sama memiliki dalil.
Menurut Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, hadis yang menerangkan 23 jumlah rakaat salat tarawih mengutip hadis dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan Al Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah.
Namun, mayoritas ulama hadis menilai hadis tersebut statusnya daif alias lemah. Bahkan beberapa ulama menempatkannya sebagai hadis mungkar.
“Hadis mungkar itu hadis yang bertentangan dengan hadis sahih. Jadi bukan hanya kualitasnya lemah, tetapi juga bertentangan dengan hadis yang lebih valid. Terus hadis apa yang sahih kalau begitu? Hadis yang sahih mengenai rakaat tarawih ialah hadis dari Aisyah,” terang Syamsul Anwar seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (03/04/2022).
Hadis yang tepat mengenai jumlah rakaat salat tarawih, kata Syamsul, adalah hadis dari Aisyah yang diriwayatkan dua guru besar hadis, yaitu Bukhari dan Muslim.
Dalam hadis tersebut seorang sahabat bernama Abu Salamah Ibnu Abd Ar Rahman bertanya kepada Aisyah tentang salat Rasulullah di bulan Ramadhan.
Lalu Aisyah menjawab, “Rasulullah tidak pernah melakukan salat sunnat (tathawwu‘) di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya, kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi tiga rakaat.”
Berdasarkan hadis Aisyah di atas, jumlah rakaat salat tarawih yang dilakukan Rasulullah SAW adalah 11 rakaat dengan witirnya, dikerjakan empat rakaat lalu salam tanpa tahiyyat awal, kemudian empat rakaat lalu salam, dan ditutup dengan salat witir tiga rakaat lalu salam.
Syamsul kemudian mengomentari ulama yang berpendapat bahwa hadis dari Aisyah di atas bukanlah hadis tentang salat tarawih, melainkan salat witir.
Padahal, menurut Syamsul, dalam redaksi hadis Aisyah itu sudah jelas bahwa seorang sahabat menanyakan tentang salat Rasulullah di bulan Ramadan, maksudnya adalah salat tarawih.
Selain itu, hadis Aisyah juga ditempatkan di dalam kumpulan hadis-hadis tentang salat tawarih, bukan di salat witir.
“Oleh karena itu jumlah salat tarawih yang dikerjakan Nabi itu adalah 11 rakaat dengan witirnya,” tegas Syamsul Anwar.***
