Islampedia

Tabayyun dalam Islam: Cara Muslim Menyikapi Hoaks di Era Digital

×

Tabayyun dalam Islam: Cara Muslim Menyikapi Hoaks di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Sumber: id.pinterest.com

BANDUNGMU.COM, Bandung – Kemudahan akses informasi kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat cukup menggunakan smartphone murah dan paket internet untuk mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan, kapan saja dan di mana saja.

Namun, kemudahan ini juga menghadirkan tantangan serius. Informasi palsu, hoaks, dan misinformasi dengan mudah menyebar dan berpotensi memicu fitnah serta perpecahan di tengah masyarakat.

Hoaks Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

Dalam Islam, hoaks bukanlah fenomena baru. Al-Qur’an telah mengisahkan peristiwa penyebaran berita bohong dalam QS An-Nur ayat 11. Ayat ini menegaskan bahwa pembawa berita bohong bisa berasal dari lingkungan terdekat dan setiap pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT.

Baca Juga:  Kurban Merupakan Manifestasi Ketaatan Kepada Allah dan Kepedulian Sosial Terhadap Sesama

Kisah tersebut mengajarkan bahwa umat Islam tidak boleh menganggap remeh informasi yang beredar, terlebih jika informasi itu belum jelas kebenarannya.

Perintah Tabayyun sebagai Solusi

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melakukan tabayyun atau verifikasi informasi, sebagaimana tertulis dalam QS Al-Hujurat ayat 6. Melalui ayat ini, Allah menegaskan pentingnya meneliti kebenaran berita agar tidak mencelakakan pihak lain dan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Perintah tabayyun menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Baca Juga:  Sunah Nabi Yang Muhammadiyah Amalkan Bukan Jubah dan Cara Makan

Enam Cara Melakukan Tabayyun

Mengutip Detik.com yang merujuk buku Nilai Berita dari Konsep Tabayyun karya Ramdhan Alghifari dkk., umat Islam dapat menerapkan tabayyun melalui enam langkah berikut:

  1. Mengembalikan permasalahan kepada Allah SWT, Rasul-Nya, dan orang-orang berilmu.

  2. Bertanya langsung atau berdiskusi dengan pihak yang terlibat dalam informasi tersebut.

  3. Memusatkan perhatian dan meninjau ulang informasi jika masih belum jelas.

  4. Menggunakan pengalaman dan pengetahuan dalam kehidupan sosial.

  5. Mempertemukan pihak-pihak yang berselisih saat mengambil keputusan.

  6. Mendengarkan keterangan langsung dari sumber utama lebih dari satu kali dalam rentang waktu tertentu.

Tabayyun sebagai Sikap Muslim di Era Digital

Setelah memahami bahwa Islam secara tegas memerintahkan verifikasi informasi, umat Islam perlu membiasakan diri untuk mengamalkan tabayyun dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini menjadi benteng penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu, terutama di era digital yang serba cepat.

Dengan membudayakan tabayyun, umat Islam dapat menjaga persatuan, ketenangan sosial, dan nilai-nilai kebenaran dalam bermedia. ***(IK22/Andrian)