PMB UMbandung
News

Tak Cukup IPK Tinggi, Webinar Internasional UIN Bandung Ungkap Kompetensi yang Dicari Dunia Kerja Global

×

Tak Cukup IPK Tinggi, Webinar Internasional UIN Bandung Ungkap Kompetensi yang Dicari Dunia Kerja Global

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Menentukan konsentrasi keilmuan bukan lagi sekadar memilih mata kuliah yang akan ditempuh selama kuliah.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, terdigitalisasi, dan berskala global, mahasiswa dituntut memiliki spesialisasi yang jelas agar mampu bersaing sekaligus beradaptasi dengan berbagai tantangan masa depan.

Semangat itulah yang diusung Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui International Webinar bertajuk Generation Z Speaks: An International Webinar on Academic and Professional Specialization.

Mengangkat tema “Shape Your Expertise, Lead Your Future”, kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi, serta mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi magister di Adam Smith Business School (ASBS), University of Glasgow, Skotlandia, sebagai ruang berbagi pengalaman dan inspirasi bagi mahasiswa.

Webinar dibuka oleh Wakil Dekan I FEBI Iwan Setiawan yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar mencetak lulusan berprestasi secara akademik.

Menurutnya, kampus juga harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Dekan III FEBI Kadar Nurjaman kepada Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen yang berhasil menyelenggarakan webinar berskala internasional tersebut.

Baca Juga:  Aisyiyah Kota Sukabumi Bersama Pengadilan Agama Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

Ia menilai kegiatan ini menunjukkan kapasitas mahasiswa dalam menghadirkan forum akademik yang berkualitas dengan melibatkan talenta-talenta muda Indonesia yang sedang belajar di kampus-kampus terbaik dunia.

Salah satu daya tarik utama webinar ini adalah kehadiran empat mahasiswa Indonesia yang saat ini menempuh pendidikan di Adam Smith Business School, yakni Afif Kusuma Ajrurahman, Daniella Nathannia Nimeesha Lagut, Zahra Nabila Khairunnisa, dan Farizki Maulana Rafliansyah.

Diskusi yang dipandu Hawa Ashfannisa menghadirkan pengalaman nyata mengenai budaya akademik internasional, metode pembelajaran, riset, kolaborasi multidisiplin, hingga tantangan beradaptasi di lingkungan global.

Para panelis menekankan bahwa kesuksesan karier di era modern tidak lagi ditentukan semata oleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Kemampuan membangun spesialisasi keilmuan, menguasai teknologi digital, berpikir analitis, berkomunikasi lintas budaya, memiliki jiwa kepemimpinan, kreativitas, serta semangat lifelong learning menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.

Mereka juga menjelaskan bahwa batas antarbidang ilmu kini semakin terbuka. Mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan ilmu manajemen dengan teknologi digital, analisis data, keberlanjutan, kewirausahaan, hingga inovasi sosial agar memiliki nilai tambah di tingkat internasional.

Baca Juga:  Di Hadapan Mahasiswa UM Bandung, Prof Dadang Kahmad: Jadilah Seperti Kumbang!

Selain menghadirkan mahasiswa dari University of Glasgow, webinar turut mengupas pentingnya memilih konsentrasi akademik melalui paparan tiga dosen sekaligus alumni Prodi Manajemen, yakni Iman Supratman, Azhar Nafis Ihsan, dan Akbar Riskal Amani.

Ketiganya menjelaskan alur pemilihan konsentrasi, prospek karier, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa sesuai perkembangan industri masa depan.

Mereka menjelaskan bahwa setiap konsentrasi memiliki peluang karier global yang sama besarnya apabila ditekuni secara serius.

Konsentrasi Manajemen Keuangan kini berkembang ke bidang financial strategy, investasi, fintech, sustainable finance, ESG (Environmental, Social, Governance), dan manajemen risiko.

Sementara Manajemen Pemasaran semakin erat dengan digital marketing, kecerdasan buatan, customer analytics, branding global, e-commerce, serta strategi media sosial.

Adapun Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) telah bertransformasi menjadi pengelolaan human capital, talent management, people analytics, employee experience, hingga kepemimpinan organisasi global.

Ketua Program Studi Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung Lilis Sulastri menegaskan bahwa memilih konsentrasi merupakan langkah awal membangun identitas profesional sejak di bangku kuliah.

Baca Juga:  Artikel Karya Mahasiswa Yang Terbit di Jurnal Ilmiah Layak Diapresiasi

Menurutnya, lulusan masa kini dituntut memiliki penguasaan ilmu yang mendalam pada bidang pilihannya, sekaligus mampu berpikir lintas disiplin, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berwawasan internasional, dan berkarakter kuat.

Ia menambahkan, perguruan tinggi perlu membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri global melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), experiential learning, riset kolaboratif, serta perluasan jejaring akademik internasional.

Melalui webinar ini, Prodi Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya dalam memperluas kolaborasi internasional sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan global.

Interaksi langsung dengan mahasiswa Indonesia di salah satu universitas terbaik dunia diharapkan mampu memotivasi peserta untuk merancang perjalanan akademik dan karier secara lebih terarah.

Mengusung semangat “Shape Your Expertise, Lead Your Future”, webinar ini menjadi pengingat bahwa masa depan dibangun melalui keputusan akademik yang tepat, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian berkolaborasi dalam lingkungan global.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang kompetitif, adaptif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.***

PMB UMBandung