BANDUNGMU.COM — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan Islam sesungguhnya mengajarkan umatnya untuk terbiasa bangun sebelum fajar.
“Kalau kita pahami dari pengertiannya fajar dan subuh itu berbeda. Walaupun sering kali fajar dan subuh sering dikaitkan dengan waktu di mana kita beraktivitas sebelum matahari terbit,” tuturnya seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (07/02/2022) pagi.
“Karena kalau kita baca di ayat Al-Quran di antara kunci sukses kita di dalam hidup ini adalah bangun fajar. Yang kalau disebutkan di dalam Al-Quran kita ini sudah bangun pada sepertiga malam atau kurang sedikit dari itu kemudian melaksanakan salat fajar,” sambungnya.
Mu’ti menegaskan bahwa sesungguhnya salat fajar itu disaksikan para malaikat. Hal itu menjadikan satu tanda betapa mulianya salat pada waktu fajar terutama memang jika sebelum salat subuh dan fajar melakukan ibadah qiyamul lail terlebih dahulu.
“Kalau subuh kita bangun, tidak sekadar bangun, tetapi dengan perencanaan kegiatan yang akan kita laksanakan pada hari itu sehingga ketika malam hari akan tidur itu tidak sekadar tidur. Kalau kita tidurnya niat tentu kita akan merencanakan bangun di tengah malam dan besoknya kita berkegiatan untuk mencari rezeki dan melaksanakan kegiatan lainnya,” papar Mu’ti.
Mu’ti mengimbau para jamaah untuk meniatkan segala kegaiatan termasuk saat hendak salat fajar ataupun qiyamul lail juga kegiatan lainnya.
“Nanti saya mau bangun jam berapa setelah bangun mau berkegiatan apa dan sebagainya,” tuturnya.
“Kalau kita baca hadis-hadis nabi itu ada berbagai macam penjelasan kalau mau tidur itu ya usahakan salat dulu sehingga tidak tertidur terlalu pulas sehingga tidak bisa bangun sebelum fajar. Minimal salat hajat dulu. Kemudian anjurannya lampu-lampunya dimatikan. Kalau kita niat di otak kita itu merekam bahwa nanti akan membangunkan kita jam setengah empat. Maka itu pentingnya mengapa kita harus mengatakan sesuatu yang akan dilakukan karena dalam hadis nabi juga disebutkan sesungguhnya sesuatu perbuatan itu harus kita niatkan,” jelas Mu’ti.
Mu’ti menjelaskan juga bahwa niat akan memberikan kesiapan pada fisik untuk melakukan sesuatu. Selain itu pada pengertian ibadah niat memberi tanda bahwa ibadah kita diterima kalau kita niatkan karena Allah sehingga kegiatan itu bernilai ibadah.***












