Oleh: SUKRON ABDILAH – Chief In Editor
BANDUNGMU.COM – Tuhan tak pernah alfa pada kita. Hampir setiap saat Dia terus memerhatikan aktivitas kita semua. Hanya, kitalah yang tak sadar bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini tak luput dari perhatian-Nya.
Kadang, kita lupa atau dengan sengaja melupakan-Nya karena begitu sibuknya mengejar kedudukan, harta, dan harkat.
Pagi hari kita dengan cara bergegas harus berangkat menuju kantor. Tak ada waktu lagi untuk bercengkrama dengan para tetangga. Tak ada waktu lagi untuk bersua dengan orangtua.
Bahkan dengan pandangan yang dipenuhi obsesi, cita-cita, dan keinginan menggebu; ambisi diri kerap mengakibatkan kita dengan mudah menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya.
Saya mengingatkan diri sendiri, Tuhan selalu bersama kita; saat kita sedang susah dan senang, Dia selalu hadir untuk menyapa hati kita. Di tahun yang ke 40 ini saya masih belum berlari mengejar rezeki. Karena saya memahami, rezeki tak pernah lari terbirit-birit. Asalkan kita sabar, tabah, dan dawam mengerjakan apa yang dapat dikerjakan; akan ada balasan dari-Nya di dunia dan akhirat.
Asyik memang ya. Kalau kegiatan mencari nafkah hidup diposisikan sebagai hoby seperti aktivitas memancing.
Almarhum Uwak saya, yang usianya lebih dari 90 tahun sangat menyukai kegiatan memancing di sungai Cimanuk. Kalau sudah memancing, aktivitas ibadah seperti shalat akan ditunaikan di sekitar Cimanuk.
Hobi mancing ini dilakukannya untuk mengisi waktu luang. Dia tidak pernah berpikir, bahwa setelah pulang ke rumah harus membawa ikan. Ada ikan ataupun tidak mendapatkannya, dia akan merasa puas.
Pun begitu dengan kerja yang Anda jalani sekarang. Seharusnya dijalani dengan njoy, menyenangkan dan bikin Anda tentram berada di meja kerja.
Ya, serupa kegiatan memancing di sungai Cimanuk. Kalaupun tidak mendapatkan ikan, Anda akan terus menjalaninya secara tulus karena pekerjaan itu sudah menjadi hobi.
Suatu kali, saya pernah berada di dunia pekerjaan. Ya, memang betul kalau perusahaan terlalu mengikat karyawan.
Saya harus masuk tepat waktu, disiplin, taat, dan fokus mengerjakan bagian yang harus saya kerjakan.
Sementara, saya bukan tipe orang seperti itu; yang bisa bertahan di dunia kerja. Saya pun dengan agak terpaksa keluar dari pekerjaan tersebut karena saya orang bebas dan tak mau terikat.
Dalam bahasa lain, saya tidak mau kegiatan mencari nafkah keluar dari pakem hobi dan pribadi saya, yang tak suka aturan ketat.
Karena itu, saya pun dengan mantap kembali ke jalur utama cita-cita saja; berbagi inspirasi melalui tulisan dengan siapa saja. Tanpa ada perintah dari atasan atau juga bos.
Mencari nafkah bagi saya seperti kegiatan memancing. Ada ikan ataupun tidak, saya masih akan menyempatkan diri memancing kalau kondisi jiwa saya sedang mood.
Mancing Rezeki yuk! Happy, njoy, dan tempatkan sebagai kegiatan menyenangkan; karena rezeki dari Tuhan itu tak dapat ditentukan sekian juta per bulan.
Yakinlah bahwa Tuhan akan memberikan nikmat di kehidupan Anda tanpa batas. La tahsuha. Nikmat Allah tidak dapat kau hitung saking luasnya. Rezeki bukan hanya persoalan matematis logis; tetapi menyangkut keyakinan spiritual dan teologis.
Beberapa tahun yang lalu, sempat viral di Youtube, suara emas Maddi Jane yang melantunkan ulang lagu “Price Tags” dari Jessie J feat BOB. Waktu itu, saya mendapatkan videonya dari situs media sosial Youtube.
Kawan saya, Pungkit Wijaya, menyebut lagu “Price Tags” dengan “Tu ting Tu ting” dan kebetulan waktu itu, dia menunjukkannya pada saya.
Pertama kali mendengar dan melihat langsung via Youtube, saya sangat menikmati cover lagu yang dilantunkan anak seusia 11 tahun ini.
Amplitudo vokalnya tinggi, kadang dengan gayanya yang menggemaskan membuat 51 juta pengguna internet membuka link unduhan Maddi Jane Music itu. Dan, benar sangat memukau.
Maddi Jane telah memanfaatkan internet sebagai tempat mempromosikan potensi diri ke khalayak dunia.
Satu hal yang dapat saya pelajari dari fenomena Maddi Jane ini. Rezeki di internet akan mengalir kalau apa yang kita bagikan sangat menghibur dan bermanfaat.
Maddi Jane yang memiliki potensi unik dan hebat tidak lantas bergerilya ke perusahaan-perusahaan “music label” untuk menawarkan suara emasnya.
Dengan kemelekan tim kreatifnya, internet telah menjadi sumber pendulang penghasilan dan popularitas Maddi Jane.
Nah, saya yakin Tuhan memberikan sejuta potensi dalam diri kita. Barangsiapa yang berhasil mengoptimalkan dan memanfaatkannya secara tepat, rezeki akan datang dengan cara berlari menghampiri kita.
Yang pasti, caranya ialah dengan menemukan terlebih dahulu apa yang dominan dan menjanjikan dari potensi yang kita miliki.
Karena itu, hingga kini saya yakin Tuhan tidak akan pernah alfa dan lupa terhadap hamba-Nya. Dia akan selalu memberikan jalan yang begitu mudah untuk membimbing manusia menemukan hamparan luas rezeki yang disediakan-Nya di muka bumi. Sekalipun kepada seorang pengangguran; Dia akan memerhatikan dan memenuhi segala kebutuhannya.
Yakinlah Allah bersama orang-orang yang pandai memanfaatkan situasi menjadi peluang berharga untuk mendapatkan rezeki. Khususnya rezeki yang bersifat maaterial. Saya telah membuktikannya.
Hanya bermodalkan ide, kreativitas, dan kerja keras hingga kini Tuhan selalu memberikan berkah tak terkira dalam hidup ini.
Maka, seharusnya kehadiran internet menjadi mediator antara kita dengan realitas hingga melahirkan peluang berharga. Manfaatkanlah internet secara profesional dan bijaksana.
Insya Allah rezeki pun akan berlari menghampiri Anda, maksimalnya seperti rezeki yang diperoleh Maddi Jane.
Salam hangat; salam semangat; salam sejahtera saya ucapkan.
Semoga kita semua menjadi manusia berdaya; tidak diperdaya internet hingga melupakan bahwa kita diciptakan Allah untuk mengabdi pada-Nya.












