Opini

Percaya LAZISMU

×

Percaya LAZISMU

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi zakat (Istockphoto)

BANDUNGMU.COM — Heran juga, masih ada saja warga Muhammadiyah yang membayar zakat, infak, sedekah, fidyah ke lembaga ZIS di luar Muhammadiyah.

Bahkan mereka menyetorkannya bukan ke lembaga ZIS. Mereka beralasan, lembaga-lembaga itu lebih kredibel, lebih jelas penyalurannya, lebih banyak programnya.

Anehnya, ada yang beralasan, lembaga-lembaga ini lebih terkenal dari LAZISMU. Sudah tidak menyalurkan dananya ke LAZISMU, ditambah menjelekkan LAZISMU. Maunya apa?

Hallo, LAZISMU ini lembaga zakat asli Muhammadiyah. LAZISMU menerima donasi bukan saja dari warga Muhammadiyah. Pun, menyalurkannya tidak hanya ke warga Muhammadiyah.

LAZISMU diaudit setiap tahun. Bukan hanya oleh lembaga audit internal Muhammadiyah, tetapi oleh auditor di luar Muhammadiyah. Ini sebagai bukti bahwa LAZISMU mengikuti aturan tentang pengelolaan lembaga ZIS. Dan hasil auditnya dipublik ke seluruh dunia.

Baca Juga:  Kedaulatan Ekonomi Muhammadiyah: Strategi Dakwah Yang Berdampak (1)

Lalu, alasan apalagi ada warga Muhammadiyah yang masih saja membayar ZIS-nya ini ke lembaga lain? Kurang terkenal?

LAZISMU hadir mulai dari pimpinan pusat hingga pimpinan cabang. Unitnya tersebar di berbagai tempat keramaian. Semua pimpinan daerah menyiapkan LAZISMU.

Pimpinan cabang sekarang sedang digenjot untuk mendirikan LAZISMU. Bisa jadi LAZISMU adalah lembaga ZIS dengan jumlah kantor layanan terbanyak di negeri ini. Lalu masih dianggap kurang terkenal?

LAZISMU akan terus bertumbuh, berkembang, dan menyebar. Kolaborasi dengan MDMC bukti nyata LAZISMU hadir membantu korban bencana.

Bukan sekadar membagikan dana zakat, tetapi terdepan membangun hunian sementara, ambulance gratis, rumah sakit terapung, motor untuk dai, beasiswa untuk santri, siswa dan mahasiswa, dan seabreg kiprah LAZISMU lainnya.

Baca Juga:  Dinamika Politik Prabowo: Antara Serangan Isu dan Kepercayaan Publik

Kasus yang sedang viral pada sebuah lembaga kemanusiaan sekarang ini membukakan warga Muhammadiyah ke mana pun akan terbang, rumahlah tempat kembali.

Sejelek-jeleknya rumah, inilah tempat tinggal ternyaman. Kita mesti merawat, menjaga, dan mempercantiknya. Bila selama ini rajin berdonasi ke sana, inilah momentum terbaik untuk kembali ke rumah.

Penyakit lainnya, masih banyak warga yang merasa belum mendapatkan bantuan dari LAZISMU. Lho, KH Ahmad Dahlan sudah mencontohkan, bila perlu menjual lemari, kursi, dan perabot di rumah untuk dakwah Muhammadiyah.

Baca Juga:  Dapur Kang Rasyid Sediakan Makan Siang Gratis Bagi Jamaah Salat Jumat di Masjid Raya Mujahidin

Kalau kita di Muhammadiyah belum sampai menjual perabot rumah tangga kita, belum seberapa perjuangan untuk Muhammadiyah. Kalau masih mengeluh diminta sumbangan untuk pembangunan masjid, perlu dipertanyakan semangat bermuhammadiyahnya.

Berjihad yang paling utama adalah dengan harta. Berjihad mengorbankan nyawa itu individualistis. Ingin masuk surga sendirian. Namun, berjihad dengan harta, memberikan surga kepada sesama yang membutuhkan di dunia ini.

Tantangan berjihad dengan harta tidak mudah. Selain jumlah yang akan disumbangkan juga agar terhindar dari ujub dan riya tidaklah mudah. Sesedikit harta yang kita sumbangkan untuk berjuang di jalan Allah melalui Muhammadiyah sangat dinanti. Ayo percayakan donasi ke LAZISMU.***

Penulis, Kelik Nursetiyo Widiyanto