Islampedia

Cinta Allah

×

Cinta Allah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

BANDUNGMU.COM — Sering kali kita merasa bahwa Allah tidak mencintai kita hanya karena hidup terasa sulit atau tidak sesuai dengan harapan kita yang ideal.

Namun, sebenarnya Allah mencintai semua hamba-Nya tanpa pilih kasih. Bahkan kepada hamba yang sering kali melakukan kesalahan, Allah tetap mencintai dengan cara yang berbeda.

Cinta Allah kepada kita memiliki berbagai bentuk. Salah satu wujud cinta Allah yang harus kita syukuri adalah kemampuan kita untuk terus beribadah kepada-Nya.

Kemampuan kita untuk beribadah dengan khusyuk bukanlah karena kekuatan fisik kita, tetapi karena anugerah Allah yang menggerakkan kita secara konsisten.

Kita harus bersyukur atas nikmat tersebut tanpa terlalu memperhatikan hal-hal fisik. Kita sudah mampu pergi ke masjid untuk shalat berjamaah atau memberikan sedekah kepada fakir miskin berkat nikmat Allah yang luar biasa.

Baca Juga:  Yups! Karena Generasi Milenial Gampangan Terpapar Terorisme, Ini Cara Mencegahnya

Allah dalam firman-Nya menyatakan bahwa nikmat-Nya tidak akan terhitung jumlahnya. Nikmat-Nya begitu banyak sehingga tidak bisa kita hitung satu per satu.

Tugas kita bukanlah menghitung nikmat Allah, tetapi menggunakan nikmat tersebut sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada kita untuk terus konsisten dalam beribadah kepada-Nya.

Tidak ada konsekuensi lain yang lebih pantas bagi kita sebagai hamba untuk dilakukan selain beribadah kepada Sang Pencipta.

Mengapa nikmat dapat menjadi ibadah dan bukti cinta Allah kepada kita? Karena itu merupakan anugerah terbesar bagi seorang hamba yang tugasnya adalah beribadah kepada Allah.

Lihatlah sekeliling kita, berapa banyak orang yang tidak datang saat dipanggil-Nya? Berapa banyak saudara atau tetangga yang membutuhkan pertolongan, tetapi kita sibuk dengan urusan kita sendiri dan tidak peduli.

Baca Juga:  Apakah Non Muslim Boleh Menerima Zakat? Ini Penjelasan Muhammadiyah

Allah telah mencintai kita dengan mengisi hati kita dengan iman sehingga kita mampu beribadah. Jadi, mengapa harus menunggu alasan lain agar kita bersyukur kepada-Nya?

Keinginan kita untuk beribadah, kemampuan kita untuk terus konsisten dalam beribadah, dan rasa tidak nyaman saat berbuat dosa dan keinginan untuk bertaubat merupakan bukti nyata cinta Allah kepada kita. Cinta itu sangat jelas dan terlihat.

Cerita tentang Rabiah al-Adawiyyah adalah contoh yang menunjukkan bahwa keinginan seseorang untuk berhenti berbuat dosa adalah tanda bahwa Allah telah menerima tobatnya. Itu adalah tanda awal bahwa cinta Allah telah masuk ke dalam hati seseorang.

Baca Juga:  Muhammadiyah Mengantarkan Umat ke Pintu Surga Jannatun Naim

Kita juga harus tetap optimis karena Allah adalah Yang Maha Baik yang selalu memberikan cinta dan kasih tanpa batas kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.

Meskipun kita terkadang terjatuh ke dalam dosa, kita tidak boleh bersedih dan kehilangan semangat dalam beribadah. Seseorang yang imannya kuat akan selalu memperbaiki diri dengan bertaubat kepada Allah.

Selain itu, kita harus tetap optimis dalam menjalani hidup dan menjaga cinta Allah yang telah diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Cara terbaik untuk membalas cinta Allah adalah dengan beribadah dengan sungguh-sungguh kepada-Nya setiap saat dengan hati yang ikhlas.***