PMB UMbandung
Islampedia

Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

×

Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

Sebarkan artikel ini
Sumber ilustrasi: gontor.ac.id
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung — Pilihan mantan gitaris untuk masuk pesantren kini menyedot perhatian publik, khususnya di kalangan anak muda muslim. Reza Afdhal (26), mantan gitaris band indie Jakarta, memilih meninggalkan gemerlap panggung musik dan menetap di sebuah pesantren sederhana di Bogor.

Di sudut pesantren berlantai semen, Reza kerap memetik gitar akustiknya dengan nada lembut. Suaranya jauh dari hiruk pikuk konser yang dulu ia jalani. “Tahun lalu hidupku terasa sangat cepat,” ujar Reza. Ia mengaku tampil dari satu panggung ke panggung lain tanpa sempat mengenal dirinya sendiri. Perasaan kosong justru semakin kuat.

Baca Juga:  Memahami Pemetaan Ibadah: Mahdah dan Ghair Mahdah dalam Perspektif Syariat

Dari Panggung Musik ke Ruang Tafakur

Rasa hampa itu mendorong Reza mengambil keputusan besar. Ia masuk pesantren tanpa rencana matang. Reza datang membawa gitar, sepatu panggung, dan banyak pertanyaan tentang hidup. Pada awalnya, keputusan itu sempat membuatnya ragu, namun akhirnya ia memilih menjalaninya dengan niat belajar.

Setiap hari, Reza mengikuti pelajaran fikih, tahsin Al-Qur’an, dan adab. Rutinitas baru ini terasa berat di awal. Namun, para santri menyambutnya dengan sikap terbuka. Mereka tidak memandang latar belakangnya sebagai musisi. “Mereka hanya ingin aku sungguh-sungguh belajar,” kata Reza.

Baca Juga:  Pondok Modern Mathla'ul Huda, Mendidik Generasi Rabbani dan Pemimpin Umat

Musik yang Berubah Arah

Suatu sore, seorang santri kecil mendekati Reza dan meminta diajari gitar. Permintaan sederhana itu menjadi awal perubahan besar. Reza mulai membuka kelas musik kecil di pesantren. Ia memadukan gitar akustik dengan syair islami dan pesan ketenangan.

Menurut Reza, musik kini memiliki makna berbeda. Dulu, ia bermain untuk tepuk tangan penonton. Sekarang, ia bermain untuk menenangkan hati. Kini, musik tidak lagi mengejar popularitas, melainkan menjadi sarana refleksi sekaligus dakwah yang lembut.

Baca Juga:  KH Omo Suyatna: Tokoh Muhammadiyah Pionir Reformis Keagamaan di Jawa Barat

Menemukan Versi Diri yang Lebih Utuh

Reza belum memastikan kapan akan kembali ke panggung besar. Namun, ia tidak menutup kemungkinan itu. Jika saatnya tiba, ia ingin kembali dengan versi diri yang lebih utuh. “Aku tidak mau kembali dengan rasa kosong,” ujarnya.

Kisah mantan gitaris masuk pesantren ini mencerminkan pencarian makna hidup yang dialami banyak anak muda. Di tengah tekanan dunia modern, pilihan Reza menunjukkan bahwa perubahan arah hidup bukanlah kemunduran, melainkan bentuk keberanian. ***(IK22/Miftahul)

PMB UMBandung