BANDUNGMU.COM – Sepasang kekasih yang masih remaja hilang tanpa jejak setelah menjadi korban kecelakaan di Nagreg sejak 8 Desember 2021.
Mereka berdua hilang ketika ditolong oleh pelaku atau penabrak ke rumah sakit menggunakan mobil pelaku. Saat itu, pelaku mengaku siap bertanggung jawab karena telah menabrak kedua korban yang baru saja keluar gang mengendarai motor.
Menurut informasi yang dihimpun, kedua sejoli korban tabrakan Nagreg tersebut bernama Salsabila (14) warga Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, dan Handi Harisaputra (18) warga Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.
Pelaku mengaku hendak memboyong kedua korban ke rumah sakit terdekat. Namun, pihak keluarga hingga saat ini tidak bisa menemukan keberadaan mereka baik di rumah sakit, klinik, ataupun puskesmas sekitar lokasi kecelakaan.
“Awal mulanya saudara saya dijemput pacarnya dari rumah, ada sekitar 5 sampai 10 menit ke depan terjadi kecelakaan. Jadi, mau nyeberang ke jalan dari arah Bandung ke arah Limbangan datang mobil Panther dan terjadi kecelakaan di depan POM Ciaro,” tutur Deden, seperti dikutip dari Prfmnews.id.
Deden mengetahui keponakannya ditabrak mobil setelah diberitahu kerabatnya yang menjadi saksi mata di TKP. “Saya sempat ke sana ke TKP ternyata si korban sudah dibawa ke mobil dan dari keterangan warga mau dibawa ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.
Mengetahui keponakannya dibawa ke rumah sakit, Deden dan keluarga langsung mendatangi Puskesmas 24 Jam Limbangan. “Kita sudah cari di tiga kabupaten, tetapi enggak ada di semua rumah sakit, puskesmas, dan klinik,” lanjutnya.
Proses pencarian korban itu terus dilakukan Deden dan keluarga ke beberapa puskesmas dan klinik di sekitaran Nagreg dan Limbangan. Namun begitu, proses pencarian tidak kunjung menemukan hasil karena keponakan Deden tidak kunjung ditemukan juga.
Bahkan pencarian terus dilakukan hingga hari ini, tetapi korban tidak kunjung diketahui keberadaannya. “Kami terus mencari sampai sekarang sudah hampir enam hari belum pulang juga,” jelasnya.
Ketika korban dibawa, mereka berdua dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pelat nomor mobil pelaku sebenarnya diketahui, tetapi saat dicek, nomor tersebut tidak terdaftar. “Ternyata nomornya tidak terdaftar,” lanjutnya.
Deden menyebut atas kejadian ini dirinya sudah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian. “Saya kemarin Sabtu juga sudah ke Polres dan sudah ditanggapi,” pungkasnya.***
[Editor: Feri Anugrah / Sumber: Prfmnews.id & Deskjabar.com]








