Edukasi

Kisah di balik penemuan tanaman langka Rafflesia Hasseltii di Sumatra

×

Kisah di balik penemuan tanaman langka Rafflesia Hasseltii di Sumatra

Sebarkan artikel ini
sumber: Chris Thorogood

BANDUNGMU.COM, Bandung – Kolaborasi ilmuwan dari Inggris dan Indonesia berhasil menyingkap kembali keberadaan Rafflesia hasseltii. Tanaman langka ini mulai mekar di hutan terpencil Sumatra Barat, sebuah penemuan tak terduga. Ekspedisi ini awalnya bertujuan untuk meneliti 42 tanaman leluhur Rafflesia di Asia Tenggara.

Penemuan bunga parasit ikonik ini menjadi indikator penting bagi ekosistem hutan yang sehat. Chris Thorogood, ahli tumbuhan parasit dari Universitas Oxford, membagikan momen penemuan tersebut di media sosial X. Dalam video tersebut, Thorogood bersama timnya, termasuk Deki, seorang pemerhati Rafflesia, menunjukkan kebahagiaan mereka.

Bagi Deki, momen tersebut adalah puncak penantian selama 13 tahun. Deki tampak terharu dan tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan mekarnya bunga. “Allahuakbar, ya Allah,” seru Deki, yang kemudian ditenangkan oleh Thorogood, “Tenang, kita berhasil.”

Perjalanan tim yang melibatkan peneliti BRIN memakan waktu lebih dari 20 jam. Mereka menuju Kecamatan Sumpur Kudus, daerah minim sinyal. Deki menyebut perjalanan ini ibarat “bertaruh,” tidak yakin apakah bunga tersebut akan mekar saat mereka tiba.

Dipandu oleh Iswandi dari Lembaga Pengelola Hutan Nagari Sumpur Kudus, perjalanan menuju titik tumbuh Rafflesia penuh tantangan. Tanjakan curam hampir 90 derajat menjadi hambatan, ditambah risiko perlintasan harimau Sumatra. Meskipun cemas, Deki tetap bersemangat.

Baca Juga:  Haruskah Aplikasi PeduliLindungi Diterapkan pada Rumah Ibadah?

Awalnya, Deki merasa bunga tersebut belum akan mekar. Namun, Iswandi keliru; bukaan kecil ternyata tanda awal mekarnya Rafflesia. Keajaiban terjadi saat hari mulai gelap, dan perasaan emosional Deki meluap setelah perjalanan panjang dan penantian 13 tahun.

Rafflesia Sebagai Indikator Kesehatan Hutan

Chris Thorogood, yang telah melihat 11 jenis Rafflesia, mengakui bahwa Rafflesia hasseltii adalah yang terindah. Menurut Profesor Agus Susatya, ahli Rafflesia, reaksi emosional ini wajar. Rafflesia hasseltii memang langka, sulit ditemukan, dan memiliki corak paling cantik.

Tanaman ini memiliki pola totol putih besar dan warna merah marun keunguan. Berbeda dengan Rafflesia arnoldii yang memiliki totol lebih kecil dan warna oranye tua. Penemuan ini juga memperkuat pentingnya konservasi ekosistem.

Rafflesia adalah tumbuhan parasit yang rapuh, hanya dapat dilindungi dengan melindungi hutan hujan tempatnya tumbuh. Menurut Thorogood, hutan yang sehat adalah kunci untuk melestarikan Rafflesia. Keberadaan satwa langka seperti harimau Sumatra menunjukkan bahwa ekosistem hutan masih sangat baik.

Baca Juga:  Pesona Rafflesia Hasseltii yang Mekar di Muratara: Jejak Langka di Hutan Sumatera

Profesor Agus Susatya menambahkan bahwa Rafflesia hanya bisa hidup di hutan yang bagus. Keberadaan satwa langka seperti harimau Sumatra menjadi indikator bahwa ekosistem hutan masih baik. Konservasi ekosistem harus menyeluruh untuk menjaga spesies langka ini.

Peran Komunitas Lokal dan Tantangan Pelestarian

Komunitas lokal sangat berperan dalam upaya pelestarian Rafflesia. Di Bengkulu, komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) aktif memberikan edukasi tentang perlindungan Rafflesia. Mereka juga menjadi pemandu ekowisata, memastikan pengunjung menjaga jarak aman dari bunga.

Namun, pelestarian terhambat oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit atau kopi. Akibatnya, sembilan titik habitat Rafflesia di Bengkulu telah rusak. Rafflesia membutuhkan waktu empat hingga lima tahun untuk tumbuh dan hanya bertahan dua hingga tiga hari setelah mekar.

Proyek Penelitian dan Filogenomik Rafflesia

Penemuan Rafflesia hasseltii di Sumatra Barat adalah bonus dari proyek gabungan BRIN dan Universitas Oxford. Proyek ini fokus pada filogenomik, rekonstruksi dan analisis informasi genetik untuk menghubungkan kekerabatan semua jenis Rafflesia. Penelitian ini melibatkan waktu berbulan-bulan untuk memproses ratusan ribu sekuens genom.

Baca Juga:  Inilah 3 Universitas yang Berdekatan dengan UM Bandung, Apa Saja?

Ada 42 jenis Rafflesia di Asia Tenggara, dengan 17 jenis di Indonesia, dan kemungkinan bertambah. Profesor Agus Susatya mengatakan penyebaran Rafflesia masih menjadi misteri. Cara biji masuk ke tumbuhan inangnya belum terjawab dalam sains.

Dedikasi Seorang Pemandu Hutan

Dedikasi Deki pada Rafflesia dimulai sejak 2007. Ia ingin mengajarkan siswanya tentang perbedaan antara bunga bangkai dan Rafflesia. Tantangan dari salah satu siswa membawanya pada ekspedisi pertama di 2012, yang berbuah penemuan spesies baru pada 2017.

Penemuan Rafflesia hasseltii di Sumatra Barat menjadi momen spesial bagi Deki setelah 13 tahun menunggu. Deki memilih Sumatra Barat karena jalur harimau lebih aman dibandingkan Bengkulu. Setelah melihat 12 spesies, penemuan ini adalah puncak dari dedikasi panjangnya.

Penemuan Rafflesia hasseltii mengungkapkan keajaiban alam dan dedikasi banyak pihak dalam pelestarian alam. Thorogood, yang menganggap perjalanannya ke hutan Sumatra Barat sebagai “dimensi baru,” mengakui kekayaan alam Indonesia. Bagi Thorogood, perjalanan ini lebih dari sekadar penelitian, tetapi juga tentang bertemu dengan orang-orang seperti Deki yang mencintai alam.